Representasi Kekerasan dalam Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (Analisis Semiotika Model Roland Barthes)
Abstract
Kekerasan dan pelecehan seksual pada film “Seperti Dendam Rindu Harus
Dibayar Tuntas” telah menimbulkan pro dan kontra. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif yang analisisnya menggunakan analisis semiotika
Roland Barthes. Berdasarkan hasil penelitian yang dikumpulkan, peneliti
menyimpulkan film “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas” banyak
menampilkan adegan kekerasan baik itu kekerasan verbal maupun kekerasan
nonverbal. Kekerasan tidak hanya dilakukan oleh laki-laki tapi juga oleh
perempuan sehingga pelaku disini tidak merujuk hanya pada satu gender saja.
Begitu juga dengan korban kekerasan ada laki-laki, perempuan, dewasa dan anak.
Penelitian dilakukan guna menunjukan bahwa kekerasan adalah universal yang
tidak bisa merujuk pada satu gender baik untuk pelaku maupun perempuan.
Penelitian juga memberikan informasi bahwa kekerasan tidak hanya kekerasan fisik
namun juga non fisik. Film tersebut mengkolaborasikan drama, romansa dan laga
sehingga film tersebut terlihat menarik karena mengangkat konflik dalam
kehidupan sehari-hari.
Collections
- Communication [1517]
