| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab notaris terhadap
pencantuman klausula baku yang bertentangan dengan prinsip syariah dalam akad
Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) serta menganalisis kedudukan hukum sertifikat
pendidik sebagai jaminan dalam pembiayaan MMQ. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan
kasus. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dianalisis secara kualitatif
menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa notaris
bertanggung jawab memastikan akta yang dibuat sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, prinsip kehati-hatian, dan prinsip syariah. Klausula baku yang
bertentangan dengan prinsip syariah berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan hak
dan kewajiban para pihak serta berimplikasi pada tanggung jawab administratif, perdata,
maupun etik bagi notaris. Selain itu, sertifikat pendidik tidak memenuhi kualifikasi
sebagai objek jaminan kebendaan menurut hukum positif Indonesia sehingga
penggunaannya sebagai jaminan dalam pembiayaan MMQ tidak memiliki dasar hukum
yang kuat. Notaris harus cermat dalam menyusun akta pembiayaan syariah agar tercipta
kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hukum bagi para pihak. | en_US |