Pemenuhan Prinsip Syariah dalam Akad Murabahah pada Produk Pembiayaan Emas Berkah di Bankaltimtara Syariah Cabang Tanjung Redeb
Abstract
Penelitian ini mengkaji pemenuhan prinsip syariah dalam akad murabahah pada
Produk Pembiayaan Emas Berkah iB di Bankaltimtara Syariah Cabang Tanjung
Redeb. Tujuan penelitian adalah menganalisis konsep kepemilikan secara prinsip
dalam akad murabahah berdasarkan Fatwa DSN-MUI beserta implementasinya,
serta menganalisis pemenuhan prinsip-prinsip syariah dalam pelaksanaan akad
tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data primer diperoleh melalui
wawancara mendalam dan studi dokumentasi atas akad serta bukti kepemilikan
emas, sedangkan data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan,
fatwa, dan literatur terkait, yang kemudian dianalisis menggunakan teori
efektivitas hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan secara
prinsip mensyaratkan bank telah memiliki objek akad, baik melalui qabdh haqiqi
maupun qabdh hukmi, sebelum menjualnya kepada nasabah sebagaimana diatur
dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 04/DSN-MUI/IV/2000. Pada tataran
implementasi, syarat tersebut tidak terpenuhi karena bukti pembelian emas
diterbitkan atas nama nasabah dan bukan atas nama bank, serta emas belum berada
dalam penguasaan bank pada saat akad, sehingga praktik tersebut tergelincir pada
larangan bai' ma laysa 'indaka. Pemenuhan prinsip syariah secara keseluruhan
bersifat tidak utuh karena terpenuhi pada aspek formal-administratif tetapi tidak
pada aspek substantif, sehingga akad murabahah tersebut berkualifikasi sebagai
akad fasid. Ditinjau dari teori efektivitas hukum, kesenjangan tersebut bersumber
dari faktor penegak hukum, sarana pengadaan, dan budaya hukum di tingkat kantor
cabang, bukan dari substansi hukum yang telah memadai.
Collections
- Master of Public Notary [174]
