• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perlindungan Hukum terhadap Korban Tuntutan Balik Tindak Pidana Kekerasan Seksual Berdasarkan Feminist Legal Theory

    Thumbnail
    View/Open
    24912045.pdf (1.651Mb)
    Date
    2026
    Author
    Novitasari, Uffi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas mengenai tuntutan balik terhadap korban TPKS balik pelaku masih sering terjadi dalam praktik peradilan pidana di Indonesia. Pelaku kerap memanfaatkan instrumen hukum, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) maupun Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), untuk melaporkan balik korban setelah korban melaporkan kekerasan seksual yang dialaminya. Padahal, secara normatif hal tersebut telah diatur dalam Pasal 69 huruf g UU TPKS, Pasal 144 dan Pasal 147 KUHAP, serta Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) UU Perlindungan Saksi dan Korban. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka normatif dan implementasi perlindungan hukum terhadap korban tuntutan balik, serta mengkaji fenomena tersebut dalam perspektif Feminist Legal Theory MacKinnon. Penelitian menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data normatif diperoleh melalui kajian peraturan perundang-undangan, sedangkan data empiris diperoleh melalui wawancara dengan lembaga terkait. Seluruh data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang ada telah memberikan dasar perlindungan hukum terhadap korban tuntutan balik. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain belum adanya mekanisme khusus penanganan laporan balik, ketiadaan proses penyaringan awal, belum diterapkannya standar pembuktian yang ketat, masih adanya bias gender dalam perspektif aparat penegak hukum, serta pengaruh relasi kuasa antara korban dan pelaku. Dalam perspektif Feminist Legal Theory MacKinnon, Feminisme Radikal menjadi pendekatan yang paling relevan karena memandang laporan balik sebagai perwujudan sistem patriarki yang mempertahankan dominasi terhadap perempuan melalui instrumen hukum. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi dan implementasi UU TPKS melalui penerapan prinsip antireviktimisasi, penyusunan pedoman internal bagi lembaga terkait, serta harmonisasi kebijakan nasional dengan standar perlindungan korban sebagaimana diatur dalam CEDAW.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66663
    Collections
    • Master of Law [1613]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV