| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya
kasus double transfer pada proses pembayaran vendor serta penerapan fungsi
actuating dan controlling dalam menangani kasus tersebut di Unit Keuangan
Rumah Sakit JIH Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap Supervisor
Unit Bendahara sebagai informan utama. Data dianalisis melalui proses transkripsi,
pengkodean, identifikasi tema, dan analisis tematik untuk memperoleh pemahaman
yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kasus double transfer terjadi akibat kombinasi faktor human error, tekanan
waktu dalam penyelesaian pembayaran, kurang optimalnya pengecekan ulang
dokumen, serta lemahnya proses cross-check terhadap daftar pembayaran yang
telah diproses. Penerapan fungsi actuating dilakukan melalui koordinasi,
komunikasi, pengarahan, dan pembagian tugas antarpegawai, sedangkan fungsi
controlling diterapkan melalui verifikasi dokumen, pemeriksaan ulang transaksi,
pemisahan tugas, serta tindakan korektif setelah ditemukan kesalahan. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa fungsi actuating dan controlling memiliki peran
penting dalam meminimalkan risiko kesalahan transaksi dan meningkatkan
efektivitas pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, penguatan koordinasi kerja,
penerapan double checking, serta peningkatan sistem pengendalian internal
diperlukan untuk mencegah terulangnya kasus serupa pada masa mendatang. | en_US |