| dc.contributor.author | Irawati, Kurnia | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-21T03:19:28Z | |
| dc.date.available | 2026-08-21T03:19:28Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uii.ac.id/123456789/66225 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital overload dan perceived digital
surveillance terhadap job performance dengan technostress sebagai variabel mediasi serta digital
organizational culture sebagai variabel moderasi pada teleworker di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 120 responden yang merupakan pekerja dengan
sistem kerja jarak jauh (teleworking). Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least
Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital overload tidak berpengaruh signifikan terhadap job
performance, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap technostress. Sementara itu,
perceived digital surveillance tidak berpengaruh signifikan terhadap job performance maupun
technostress. Selain itu, technostress tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap job
performance. Variabel digital organizational culture juga tidak mampu memoderasi hubungan
antara technostress dan job performance. Lebih lanjut, technostress tidak terbukti memediasi
hubungan antara digital overload maupun perceived digital surveillance terhadap job performance.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks teleworking, faktor yang paling
berpengaruh adalah digital overload terhadap technostress, sedangkan faktor-faktor lainnya tidak
secara langsung memengaruhi kinerja. Hal ini mengindikasikan bahwa individu cenderung mampu
beradaptasi dengan tuntutan teknologi, sehingga dampaknya terhadap kinerja menjadi tidak
signifikan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa organisasi perlu mengelola beban kerja
digital secara efektif untuk meminimalkan technostress, serta tidak hanya berfokus pada
pengawasan digital dalam meningkatkan kinerja karyawan. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | digital overload, perceived digital surveillance, technostress, job performance, digital organizational culture, teleworking | en_US |
| dc.title | Pengaruh Digital Overload dan Perceived Digital Surveillance terhadap Job Performance pada Teleworkers: Peran Mediasi Technostress dan Moderasi Digital Organizational Culture | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 24911021 | |