Penerapan Metode Break Even Point terhadap Perencanaan Kapasitas Produksi (Studi pada Kerajinan Kulit “Lead” Sleman, Yogyakarta)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kapasitas produksi minimal perusahaan supaya perusahaan tidak mengalami kerugian ditahun 2017. Penelitian ini dilakukan di Kerajinan Kulit “Lead” yang terletak di Jl. Tongkol Raya No 11, Minomartani, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan analisis Break Even Point (BEP) Multiproduk. Break even point adalah analisis titik impas yang digunakan untuk mengetahui keadaan dimana perusahaan tidak mengalami kerugian atau keuntungan. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data perusahaan dalam kurun waktu 2012 sampai dengan 2016. Berdasarkan penelitian hasil prediksi menggunakan Single Moving Average order 3, pada tahun 2017 perusahaan akan memiliki penjualan Messenger bag sebanyak 217 unit, Tas Ransel sebanyak 189 unit, Tas Wanita sebanyak 152 unit dan Tas Kerja sebanyak 119 unit. Dengan demikian perusahaan berada pada keadaan aman dan tidak mengalami kerugian karena prediksi penjualan tahun 2017 jumlahnya di atas BEP yaitu untuk produk Messenger bag 29 unit, Tas Ransel 25 unit, Tas Wanita 20 unit, dan Tas Kerja 16 unit, atau dalam rupiah sebesar Rp. 16.615.069 untuk Messenger bag, Rp. 14.472.367 untuk Tas Ransel, Rp 11.109.731 untuk Tas Wanita dan Rp 9.941.932 untuk Tas Kerja.
Collections
- Management [5688]
