Show simple item record

dc.contributor.authorAnas, Dweytra Faustadika
dc.date.accessioned2026-08-11T05:24:18Z
dc.date.available2026-08-11T05:24:18Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65938
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena munculnya kembali penikmat musik pop kreatif Indonesia tahun 1980-an pada masa kini. Penelitian-penelitian terdahulu yang mengkaji fenomena ini umumnya membahasnya dari sudut pandang digitalisasi, globalisasi, dan pembentukan komunitas. Namun, persoalan pembentukan identitas individu dalam budaya pop kreatif 1980-an belum banyak dijelaskan. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana individu mengonstruksi makna terhadap preferensi musiknya dan menjadikannya sebagai bagian dari identitas diri yang relatif stabil. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana proses terbentuknya identitas penikmat musik pop kreatif 1980-an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui keterlibatan langsung peneliti dalam aktivitas sosial informan, serta melalui dokumentasi dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses pengkodean untuk menemukan tema-tema utama yang berkaitan dengan pembentukan identitas musikal. Selanjutnya, analisis menggunakan kerangka konstruksi sosial realitas dari Berger dan Luckmann yang menjelaskan proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, serta teori identitas musik dari Simon Frith untuk memahami peran musik dalam membentuk identitas individu dan kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi identitas penikmat musik pop kreatif 1980-an berlangsung melalui proses yang bersifat sirkuler dan terus berulang. Ketertarikan terhadap musik diekspresikan melalui berbagai praktik konsumsi dan ekspresi diri, kemudian memperoleh legitimasi melalui respons sosial yang menjadikan preferensi tersebut sebagai bagian dari realitas yang diakui bersama. Makna-makna sosial tersebut selanjutnya diinternalisasi dan menjadi bagian dari konsep diri informan. Meskipun memiliki ketertarikan yang sama terhadap musik pop kreatif 1980-an, setiap informan mengalami proses internalisasi yang berbeda. Sebagian membangun identitasnya melalui eksplorasi musikal yang bersifat individual, sementara sebagian lainnya menguatkan identitas melalui keterlibatan dalam komunitas dan relasi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa identitas penikmat musik pop kreatif 1980-an tidak bersifat tetap, melainkan terus dibentuk, dinegosiasikan, dan diperbarui melalui pengalaman musikal serta interaksi sosial yang berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPop Kreatifen_US
dc.subjectKonstruksi Identitasen_US
dc.subjectEkspresien_US
dc.subjectLegitimasien_US
dc.subjectMusiken_US
dc.titleKonstruksi Identitas Penikmat Musik Pop Kreatif 80-anen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321226


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record