Konstruksi Identitas Penikmat Musik Pop Kreatif 80-an
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena munculnya kembali penikmat
musik pop kreatif Indonesia tahun 1980-an pada masa kini. Penelitian-penelitian
terdahulu yang mengkaji fenomena ini umumnya membahasnya dari sudut pandang
digitalisasi, globalisasi, dan pembentukan komunitas. Namun, persoalan pembentukan
identitas individu dalam budaya pop kreatif 1980-an belum banyak dijelaskan. Dalam
konteks ini, penting untuk memahami bagaimana individu mengonstruksi makna
terhadap preferensi musiknya dan menjadikannya sebagai bagian dari identitas diri
yang relatif stabil. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana
proses terbentuknya identitas penikmat musik pop kreatif 1980-an.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi
partisipatif dan wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui keterlibatan
langsung peneliti dalam aktivitas sosial informan, serta melalui dokumentasi dan
catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses
pengkodean untuk menemukan tema-tema utama yang berkaitan dengan pembentukan
identitas musikal. Selanjutnya, analisis menggunakan kerangka konstruksi sosial
realitas dari Berger dan Luckmann yang menjelaskan proses eksternalisasi, objektivasi,
dan internalisasi, serta teori identitas musik dari Simon Frith untuk memahami peran
musik dalam membentuk identitas individu dan kolektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi identitas penikmat musik pop
kreatif 1980-an berlangsung melalui proses yang bersifat sirkuler dan terus berulang.
Ketertarikan terhadap musik diekspresikan melalui berbagai praktik konsumsi dan
ekspresi diri, kemudian memperoleh legitimasi melalui respons sosial yang menjadikan
preferensi tersebut sebagai bagian dari realitas yang diakui bersama. Makna-makna
sosial tersebut selanjutnya diinternalisasi dan menjadi bagian dari konsep diri
informan. Meskipun memiliki ketertarikan yang sama terhadap musik pop kreatif
1980-an, setiap informan mengalami proses internalisasi yang berbeda. Sebagian
membangun identitasnya melalui eksplorasi musikal yang bersifat individual,
sementara sebagian lainnya menguatkan identitas melalui keterlibatan dalam
komunitas dan relasi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa identitas penikmat musik
pop kreatif 1980-an tidak bersifat tetap, melainkan terus dibentuk, dinegosiasikan, dan
diperbarui melalui pengalaman musikal serta interaksi sosial yang berkelanjutan.
Collections
- Communication [1517]
