| dc.description.abstract | Perkembangan kecerdasan buatan yang semakin pesat mendorong
meningkatnya penggunaan teknologi dalam layanan perjalanan, khususnya di
kalangan generasi Z yang aktif menggunakan teknologi digital dan cenderung lebih
memilih traveling dibandingkan menabung. Namun, penelitian mengenai faktor-
faktor yang memengaruhi niat keberlanjutan penggunaan kecerdasan buatan masih
menunjukkan hasil yang belum konsisten, terutama terkait Creepiness dan
kepercayaan pengguna terhadap kecerdasan buatan. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh pencarian informasi, efisiensi tugas,
personalisasi, interaksi sosial, dan Playfulness terhadap niat keberlanjutan
penggunaan kecerdasan buatan melalui peran mediasi kepercayaan dan
Creepiness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
survei terhadap 300 responden yang memenuhi kriteria penelitian dari total 475
data yang terkumpul. Data dianalisis menggunakan SPSS serta SmartPLS dengan
pendekatan PLS-SEM dan Uses and Gratifications Theory (UGT) sebagai
landasan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personalisasi berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Creepiness, sedangkan pencarian informasi,
efisiensi tugas, dan Playfulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepercayaan. Selain itu, Creepiness tidak berpengaruh terhadap niat keberlanjutan
penggunaan kecerdasan buatan, sementara kepercayaan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap niat keberlanjutan penggunaan kecerdasan buatan dalam
konteks layanan perjalanan. | en_US |