Pengaruh Digital Transformasi Leadership, Work-life Balance, dan Otonomi Kerja Berperan dalam meningkatkan Employee Engagement Dengan Budaya Organisasi Sebagai Variable Mediasi Pada Mahasiswa Generasi Z Yang Bekerja dengan Remote Work
Abstract
Pergeseran paradigma kerja pasca-pandemi telah memperluas adopsi sistem remote
work dan hybrid work di Indonesia. Fenomena ini sangat relevan bagi Generasi Z
yang mendominasi angkatan kerja baru namun rentan mengalami isolasi
profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital
Transformational Leadership (DTL), Work-Life Balance (WLB), dan Otonomi
Kerja terhadap Employee Engagement (EE) mahasiswa Generasi Z yang bekerja
secara remote, dengan Budaya Organisasi (BO) sebagai variabel mediasi.
Pendekatan kuantitatif kausal digunakan dengan menyebarkan kuesioner berbasis
Skala Likert secara daring kepada 216 responden mahasiswa Generasi Z di
Indonesia yang telah bekerja dengan sistem remote/hybrid minimal selama 2 bulan.
Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) melalui perangkat
lunak (Statistical Package for the Social Sciences atau Statistical Product and Service
Solutions) SPSS. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis pada perluasan Job
Demands-Resources (JD-R) Theory dan memberikan implikasi praktis bagi
manajemen sumber daya manusia dalam merancang ekosistem kerja remote yang
berbasis pada kepercayaan dan otonomi tingkat tinggi.
Collections
- Management [5688]
