• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Public Notary
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Public Notary
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemasangan Hak Tanggungan Terhadap Akad Musyarakah Mutanaqishah pada Produk Pembiayaan Kepemilikan Rumah di Bank Syariah

    Thumbnail
    View/Open
    23921090.pdf (1.555Mb)
    Date
    2026
    Author
    Valda, Faradilla Meisya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas dan menganalisis mengenai pemasangan hak tanggungan terhadap akad Musyarakah Mutanaqishah dalam kepemilikan rumah di perbankan syariah. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini pertama, tentang bagaimana pemasangan hak tanggungan pada akad Musyarakah Mutanaqishah dalam kepemilikan rumah di bank syariah dan kedua tentang bagaimana tanggung jawab para pihak jika terjadi resiko pembiayaan pada akad Musyarakah Mutanaqishah dalam kepemilikan rumah di bank syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif dengan pendekatan syariah untuk mengkaji kesesuaian akad dengan prinsip-prinsip Syariah, pendekatan perundang-undangan untuk menganalisis regulasi terkait, dan pendekatan konseptual untuk menelaah pemasangan hak tanggungan pada bank Syariah Indonesia. Dari hasil penelitian ini menunjukkan Salah satu isu hukum yang muncul dalam mekanisme pembiayaan MMQ adalah mengenai adanya kekaburan norma yang terdapat pada Undang- Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda- Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah (UUHT). Kekaburan terjadi karena tidak diaturnya secara jelas mengenai pembiayaan syariah atau secara khusus pembiayaan dengan akad MMQ pada UUHT. Salah satu ketentuan yang mencerminkan ketidak jelasan hal tersebut adalah dengan mencermati uraian definisi atas hak tanggungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep hubungan utang piutang dalam pasal 3 UUHT tidak hanya terbatas pada hubungan hukum pinjam- meminjam sebagaimana dalam konsep perjanjian pinjam-meminjam dalam pasal 1754 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tetapi juga perjanjian lain yang memiliki sifat obligatoir. Tanggung jawab para pihak harus mematuhi apa yang menjadi kesepakatan dalam akad musyarakah mutanaqishah.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64988
    Collections
    • Master of Public Notary [174]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV