• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Hukum Penerapan Good Public Governance Paket Pengadaan Infrastruktur Jalan yang Terbukti dalam Persekongkolan Tender

    Thumbnail
    View/Open
    24912035.pdf (1.403Mb)
    Date
    2026
    Author
    Muhammad, Nurfauzi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Good Public Governance (GPG) pada paket pengadaan infrastruktur jalan yang terbukti terlibat dalam persekongkolan tender, serta untuk mengkaji tanggung jawab hukum para pihak yang terlibat. Persekongkolan tender merupakan pelanggaran serius terhadap Pasal 22 Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang menghambat persaingan usaha sehat dan merugikan keuangan negara. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach), khususnya melalui analisis terhadap Putusan KPPU sebagai sumber data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip GPG, yang meliputi transparansi, akuntabilitas, dan kesetaraan, belum berjalan optimal secara preventif dalam proses pengadaan infrastruktur di Kementerian PUPR. Praktik persekongkolan tender terbukti mencederai iklim persaingan sehat melalui manipulasi dokumen dan pengaturan pemenang. Namun, prinsip GPG mulai ditegakkan secara korektif melalui intervensi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang memberikan sanksi administratif berdasarkan Pasal 47 Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1999. Tanggung jawab hukum dalam perkara ini bersifat multidimensi; pelaku usaha dikenai sanksi berupa denda dan larangan mengikuti tender, sementara aparatur pengadaan dapat dimintai pertanggungjawaban secara administratif maupun pidana jika terbukti melakukan persekongkolan vertikal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem pengadaan secara elektronik (e-procurement) dan pengawasan ketat dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sangat krusial. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya reformasi birokrasi yang lebih mendalam pada instansi terkait serta peningkatan integritas aparatur sipil negara guna menjamin terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan persaingan usaha yang adil dalam pembangunan infrastruktur nasional.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64857
    Collections
    • Master of Law [1613]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV