Show simple item record

dc.contributor.authorFaishal, Muhammad Rajendra Nur
dc.date.accessioned2026-07-20T04:11:29Z
dc.date.available2026-07-20T04:11:29Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64604
dc.description.abstractIndonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menyimpan potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun, namun realisasi penghimpunannya baru menyentuh sekitar 10% dari angka tersebut. Di sisi lain, pertumbuhan transaksi digital payment tumbuh pesat hingga 43,45% (yoy) pada Triwulan IV 2023, namun peningkatan ini tidak berbanding lurus dengan adopsi ZIS berbasis digital di kalangan generasi muda. Kesenjangan inilah yang mendorong penelitian ini untuk mengidentifikasi determinan keputusan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) dalam mengadopsi layanan ZIS berbasis digital payment. Penelitian ini mengadopsi kerangka model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT2) yang dimodifikasi dengan penambahan variabel Religiosity (RE), mengintegrasikan variabel Perceived Risk (PR), Trust (TR), Personal Innovativeness (PI), dan Adoption Readiness (AR) sebagai prediktor terhadap Behavioral Intention (BI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 102 mahasiswa UII sebagai responden, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan: (1) Perceived Risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Trust, berlawanan arah dengan hipotesis awal, mengindikasikan bahwa kesadaran risiko mendorong mahasiswa untuk memilih platform terpercaya secara lebih selektif; (2) Personal Innovativeness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Adoption Readiness; (3) Adoption Readiness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Behavioral Intention; sementara (4) Perceived Risk, (5) Personal Innovativeness, (6) Trust, dan (7) Religiosity tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Behavioral Intention. Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi peningkatan adopsi ZIS digital sebaiknya diprioritaskan pada penguatan kesiapan adopsi (perceived ease of use, perceived usefulness, facilitating condition, dan social influence), bukan semata-mata pada mitigasi risiko, kampanye kepercayaan, atau pendekatan religius normatif. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan memperluas model UTAUT2 dalam konteks filantropi Islam digital, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi BAZNAS, lembaga amil zakat, dan pengembang platform ZIS digital di Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectZIS Digitalen_US
dc.subjectBehavioral Intentionen_US
dc.subjectAdoption Readinessen_US
dc.subjectPersonal Innovativenessen_US
dc.subjectPerceived Risken_US
dc.subjectTrusten_US
dc.subjectReligiosityen_US
dc.titleDeterminan Keputusan Mahasiswa UII Dalam Mengadopsi Zakat, Infaq, Dan Shodaqoh (ZIS) Digitalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22311109


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record