Show simple item record

dc.contributor.authorRamadhan, Dito Fachurozi
dc.date.accessioned2026-07-18T04:31:03Z
dc.date.available2026-07-18T04:31:03Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64577
dc.description.abstractFenomena konsumsi minuman keras di kalangan sopir bus merupakan realitas sosial yang tidak dapat dipahami semata-mata sebagai perilaku menyimpang individu. Dalam lingkungan kerja transportasi darat yang ditandai oleh tekanan kerja tinggi, jam kerja tidak menentu, kelelahan fisik, serta kuatnya relasi antarsesama sopir, konsumsi minuman keras sering hadir sebagai bagian dari dinamika sosial kelompok. Di PO Buah Hijau Trans, kebiasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan alkohol sebagai zat konsumsi, tetapi juga berhubungan dengan suasana kebersamaan, solidaritas, dan cara para sopir memaknai pengalaman kerja mereka dalam keseharian. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu bagaimana makna konsumsi minuman keras menurut sopir bus PO Buah Hijau dan bagaimana interaksi antarkomunitas sopir membentuk makna tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna sosial konsumsi minuman keras dalam kehidupan sehari- hari sopir bus melalui perspektif interaksi simbolik George Herbert Mead. Dengan pendekatan tersebut, perilaku minum dipahami bukan hanya sebagai tindakan personal, melainkan sebagai hasil proses komunikasi, penafsiran, dan pembentukan makna dalam kelompok sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam paradigma konstruktivisme untuk menggali realitas sosial sebagaimana dipahami oleh para sopir sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sopir bus PO Buah Hijau Trans yang dipilih secara purposive, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara interpretatif dengan menekankan pada pemaknaan sosial yang muncul dalam interaksi sehari-hari, khususnya melalui konsep mind, self, dan society dalam teori George Herbert Mead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman keras di kalangan sopir PO Buah Hijau Trans dimaknai sebagai sarana pelepas penat, media mencairkan obrolan, simbol kedekatan, serta bentuk solidaritas kelompok. Kebiasaan ini juga berfungsi sebagai mekanisme integrasi sosial, terutama dalam tradisi penyambutan sopir baru, perayaan tertentu, dan kegiatan kumpul bersama seperti karaoke. Melalui konsep mind, self, dan society, penelitian ini menemukan bahwa perilaku minum tidak dipahami para sopir sebagai tindakan negatif semata, melainkan sebagai konstruksi sosial yang dibentuk, dinegosiasikan, dan dipertahankan melalui interaksi simbolik dalam komunitas kerja mereka. Dengan demikian, konsumsi minuman keras dalam konteks ini merupakan praktik sosial yang sarat makna dan terkait erat dengan identitas kolektif para sopir.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKonsumsi Minuman Kerasen_US
dc.subjectSopir Busen_US
dc.subjectInteraksi Simboliken_US
dc.subjectMakna Sosialen_US
dc.titleFenomena Konsumsi Minuman Keras Di Kalangan Supir Bus Po Buah Hijau Trans: Tinjauan Perspektif Interaksi Sosial George Herbert Meaden_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321245


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record