Show simple item record

dc.contributor.authorMunba’its, Fikra Humam
dc.date.accessioned2026-07-13T04:37:45Z
dc.date.available2026-07-13T04:37:45Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64343
dc.description.abstractPerkembangan pemasaran digital melalui media sosial mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin digital oriented. Instagram menjadi salah satu platform strategis dalam membangun komunikasi, citra merek, dan keterlibatan audiens. Dalam industri personal care yang semakin kompetitif, brand lokal yang telah lama berdiri dituntut untuk mampu menyesuaikan strategi komunikasinya agar tetap relevan di tengah persaingan dengan brand baru maupun brand besar. MBK sebagai brand personal care lokal yang memanfaatkan Instagram sebagai media pemasaran menghadapi tantangan rendahnya engagement rate akun @mbkindonesia yang masih berada di bawah rata-rata industri. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pemasaran digital yang lebih terencana, terstruktur, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pemasaran digital berbasis SOSTAC (Situation, Objectives, Strategy, Tactics, Action, Control) serta mengidentifikasi peluang dan hambatan yang dihadapi oleh brand MBK dalam meningkatkan engagement rate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi aktivitas akun Instagram, dan dokumentasi performa konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SOSTAC pada akun Instagram @mbkindonesia dilakukan secara bertahap. Pada tahap situation analysis, MBK masih berada pada fase adaptasi pemasaran digital dengan keterbatasan sumber daya manusia dan pemanfaatan data audiens yang belum optimal. Tahap objectives difokuskan pada peningkatan engagement rate dan brand awareness. Pada tahap strategy, MBK menggunakan pendekatan storytelling dan konten berbasis problem–solution yang relevan dengan target audiens perempuan berhijab. Tahap tactics diwujudkan melalui konten edukatif, visual yang konsisten, serta penggunaan video pendek. Tahap action dilakukan melalui koordinasi tim internal dalam produksi konten dan pengelolaan interaksi audiens, sedangkan tahap control dilakukan melalui evaluasi performa konten menggunakan indikator engagement, reach, dan insight Instagram. Penelitian ini juga menemukan bahwa peluang MBK terletak pada tingginya penggunaan Instagram, minat audiens terhadap konten edukatif, serta potensi penguatan brand awareness melalui konten yang relevan dengan identitas brand. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan data analitik, konsistensi unggahan yang rendah, serta persaingan dengan brand lain yang lebih adaptif terhadap tren digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan SOSTAC dapat membantu MBK merancang strategi pemasaran digital yang lebih sistematis dalam meningkatkan engagement rate akun Instagram @mbkindonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPemasaran Digitalen_US
dc.subjectSOSTACen_US
dc.subjectInstagramen_US
dc.subjectTingkat Keterlibatanen_US
dc.subject@mbkindonesiaen_US
dc.titleStrategi Pemasaran Digital Berbasis SOSTAC Untuk Meningkatkan Engagement Rate Akun Instagram @mbkindonesiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321110


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record