Strategi Pemasaran Digital Berbasis SOSTAC Untuk Meningkatkan Engagement Rate Akun Instagram @mbkindonesia
Abstract
Perkembangan pemasaran digital melalui media sosial mendorong perusahaan untuk
beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin digital oriented. Instagram
menjadi salah satu platform strategis dalam membangun komunikasi, citra merek, dan
keterlibatan audiens. Dalam industri personal care yang semakin kompetitif, brand lokal
yang telah lama berdiri dituntut untuk mampu menyesuaikan strategi komunikasinya agar
tetap relevan di tengah persaingan dengan brand baru maupun brand besar. MBK sebagai
brand personal care lokal yang memanfaatkan Instagram sebagai media pemasaran
menghadapi tantangan rendahnya engagement rate akun @mbkindonesia yang masih
berada di bawah rata-rata industri. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pemasaran
digital yang lebih terencana, terstruktur, dan berbasis data.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pemasaran digital
berbasis SOSTAC (Situation, Objectives, Strategy, Tactics, Action, Control) serta
mengidentifikasi peluang dan hambatan yang dihadapi oleh brand MBK dalam
meningkatkan engagement rate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi aktivitas akun
Instagram, dan dokumentasi performa konten.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SOSTAC pada akun Instagram
@mbkindonesia dilakukan secara bertahap. Pada tahap situation analysis, MBK masih
berada pada fase adaptasi pemasaran digital dengan keterbatasan sumber daya manusia dan
pemanfaatan data audiens yang belum optimal. Tahap objectives difokuskan pada
peningkatan engagement rate dan brand awareness. Pada tahap strategy, MBK
menggunakan pendekatan storytelling dan konten berbasis problem–solution yang relevan
dengan target audiens perempuan berhijab. Tahap tactics diwujudkan melalui konten
edukatif, visual yang konsisten, serta penggunaan video pendek. Tahap action dilakukan
melalui koordinasi tim internal dalam produksi konten dan pengelolaan interaksi audiens,
sedangkan tahap control dilakukan melalui evaluasi performa konten menggunakan
indikator engagement, reach, dan insight Instagram.
Penelitian ini juga menemukan bahwa peluang MBK terletak pada tingginya penggunaan
Instagram, minat audiens terhadap konten edukatif, serta potensi penguatan brand
awareness melalui konten yang relevan dengan identitas brand. Sementara itu, hambatan
yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan
data analitik, konsistensi unggahan yang rendah, serta persaingan dengan brand lain yang
lebih adaptif terhadap tren digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan SOSTAC
dapat membantu MBK merancang strategi pemasaran digital yang lebih sistematis dalam
meningkatkan engagement rate akun Instagram @mbkindonesia.
Collections
- Communication [1517]
