| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar saham terhadap
pengumuman penerbitan obligasi berkelanjutan yang dilakukan oleh perusahaan-
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengumuman obligasi
berkelanjutan dipandang sebagai informasi penting karena mencerminkan
komitmen perusahaan terhadap pembiayaan proyek yang memiliki dampak
lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menguji apakah
informasi tersebut direspons oleh investor melalui perubahan harga saham di sekitar
tanggal pengumuman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode event study. Reaksi pasar diukur melalui Abnormal Return (AR), Average
Abnormal Return (AAR), Cumulative Abnormal Return (CAR), dan Cumulative
Average Abnormal Return (CAAR). Periode pengamatan ditetapkan selama 11 hari
perdagangan, yaitu dari t−5 hingga t+5 di sekitar tanggal peristiwa. Sampel
penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan
ketersediaan data harga saham dan tidak adanya peristiwa lain yang berpotensi
memengaruhi pergerakan harga pada periode tersebut. Data yang digunakan
merupakan data sekunder berupa harga penutupan saham harian dan Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) sebagai proksi return pasar. Pengujian signifikansi
dilakukan menggunakan one-sample t-test untuk mengetahui apakah nilai
abnormal return berbeda secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan pada
tingkat harian, Average Abnormal Return tidak signifikan, sehingga pasar tidak
memberikan respons langsung terhadap pengumuman. Namun, pada tingkat
kumulatif individual, Cumulative Abnormal Return menunjukkan signifikansi,
yang menandakan adanya penyesuaian harga secara bertahap setelah informasi
dipublikasikan. Sementara itu, Cumulative Average Abnormal Return tidak
signifikan, yang mencerminkan bahwa respons investor antar perusahaan tidak
seragam dan cenderung saling meniadakan. Temuan ini menunjukkan
pengumuman penerbitan obligasi berkelanjutan memiliki kandungan informasi
bagi pasar, namun efektivitasnya dalam membentuk reaksi kolektif masih terbatas. | en_US |