Show simple item record

dc.contributor.authorAmal, Farsya Azzahra
dc.date.accessioned2026-05-30T07:07:01Z
dc.date.available2026-05-30T07:07:01Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63093
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh tenaga kesehatan terhadap pasien kanker di Klinik Herbal Kunir Putih Yogyakarta serta keterkaitannya dengan penerapan teori Knowledge, Attitude, dan Practice (KAP). Dalam konteks pelayanan kesehatan berbasis herbal, komunikasi interpersonal tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi medis, tetapi juga menjadi elemen kunci dalam membangun hubungan terapeutik yang berpengaruh terhadap pemahaman, sikap, dan perilaku pasien selama proses pengobatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme untuk menggali makna interaksi komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien kanker. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta bukti sekunder berupa catatan komunikasi dengan pasien, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas strategi komunikasi kesehatan sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi interpersonal yang terjalin antara tenaga kesehatan dan pasien. Pada tahap knowledge, tenaga kesehatan menyampaikan edukasi kesehatan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan tingkat literasi pasien, disertai pengulangan pesan serta pemanfaatan media edukasi yang mudah dijangkau untuk memperkuat pemahaman pasien. Pada tahap attitude, komunikasi interpersonal yang empatik, terbuka, dan suportif, termasuk upaya dokter dalam membangun kedekatan emosional serta memberikan motivasi dan dukungan psikologis, berperan dalam membentuk sikap positif pasien dan meningkatkan kepercayaan terhadap terapi herbal. Selanjutnya, pada tahap practice, komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan mendorong kepatuhan pasien terhadap anjuran pengobatan serta perubahan perilaku hidup sehat secara konsisten. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa empati dokter, sebagaimana dirasakan oleh pasien, menghadirkan perasaan dihargai dan didukung selama proses pengobatan, sementara keterbukaan komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien berkontribusi dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman informasi medis. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa empati, keterbukaan, dan sikap mendukung merupakan faktor penguat utama dalam setiap tahapan KAP. Oleh karena itu, komunikasi interpersonal perlu dipahami sebagai strategi pelayanan kesehatan yang bersifat humanis dan berorientasi pada kebutuhan pasien, serta menjadi bagian terpenting dalam penguatan kualitas pelayanan kesehatan herbal bagi pasien kanker.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKomunikasi Interpersonalen_US
dc.subjectKomunikasi Kesehatanen_US
dc.subjectPasien Kankeren_US
dc.subjectTeori KAPen_US
dc.subjectKlinik Herbalen_US
dc.titleStrategi Komunikasi Interpersonal Dokter - Pasien Kanker di Klinik Herbal Kunir Putih Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321142


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record