Strategi Komunikasi Interpersonal Dokter - Pasien Kanker di Klinik Herbal Kunir Putih Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang
diterapkan oleh tenaga kesehatan terhadap pasien kanker di Klinik Herbal Kunir Putih
Yogyakarta serta keterkaitannya dengan penerapan teori Knowledge, Attitude, dan Practice
(KAP). Dalam konteks pelayanan kesehatan berbasis herbal, komunikasi interpersonal tidak
hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi medis, tetapi juga menjadi elemen
kunci dalam membangun hubungan terapeutik yang berpengaruh terhadap pemahaman,
sikap, dan perilaku pasien selama proses pengobatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma
konstruktivisme untuk menggali makna interaksi komunikasi antara tenaga kesehatan dan
pasien kanker. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta bukti
sekunder berupa catatan komunikasi dengan pasien, kemudian dianalisis menggunakan
teknik triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas strategi komunikasi kesehatan sangat
ditentukan oleh kualitas komunikasi interpersonal yang terjalin antara tenaga kesehatan dan
pasien. Pada tahap knowledge, tenaga kesehatan menyampaikan edukasi kesehatan
menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan tingkat literasi pasien, disertai
pengulangan pesan serta pemanfaatan media edukasi yang mudah dijangkau untuk
memperkuat pemahaman pasien. Pada tahap attitude, komunikasi interpersonal yang
empatik, terbuka, dan suportif, termasuk upaya dokter dalam membangun kedekatan
emosional serta memberikan motivasi dan dukungan psikologis, berperan dalam membentuk
sikap positif pasien dan meningkatkan kepercayaan terhadap terapi herbal. Selanjutnya, pada
tahap practice, komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan mendorong kepatuhan
pasien terhadap anjuran pengobatan serta perubahan perilaku hidup sehat secara konsisten.
Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa empati dokter, sebagaimana dirasakan oleh
pasien, menghadirkan perasaan dihargai dan didukung selama proses pengobatan, sementara
keterbukaan komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien berkontribusi dalam mencegah
terjadinya kesalahpahaman informasi medis. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan
bahwa empati, keterbukaan, dan sikap mendukung merupakan faktor penguat utama dalam
setiap tahapan KAP. Oleh karena itu, komunikasi interpersonal perlu dipahami sebagai
strategi pelayanan kesehatan yang bersifat humanis dan berorientasi pada kebutuhan pasien,
serta menjadi bagian terpenting dalam penguatan kualitas pelayanan kesehatan herbal bagi
pasien kanker.
Collections
- Communication [1433]
