| dc.description.abstract | Popularitas teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mendorong terciptanya strategi
baru dalam belanja online, dengan menggabungkan interaksi teknologi dan
transaksi komersial melalui penggunaan asisten virtual seperti ChatGPT. Meskipun
teknologi ini masih dalam tahap eksplorasi oleh konsumen, beberapa penelitian
telah mencoba untuk mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi niat
konsumen dalam menggunakan ChatGPT untuk mencari informasi produk, seperti
performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, hedonic
motivation, habit, AI self-efficacy, perceived satisfaction, dan social influence.
Namun, hasil penelitian yang ada masih menunjukkan inkonsistensi. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti
faktor-faktor yang mempengaruhi niat penggunaan ChatGPT sebagai sumber
informasi belanja. Penelitian ini melibatkan 269 responden yang menggunakan
ChatGPT secara aktif untuk mencari informasi produk, yang dianalisis
menggunakan SPSS dan PLS-SEM dengan perangkat SmartPLS. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa performance expectancy, effort expectancy, facilitating
condition, hedonic motivation, habit, AI self-efficacy, dan perceived satisfaction
berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to use ChatGPT untuk
mencari informasi belanja. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara
social influence dan intention to use ChatGPT. Studi ini berkontribusi dalam
memperkaya literatur pemasaran mengenai penggunaan teknologi AI dalam e-
commerce dan memberikan rekomendasi praktis bagi manajer pemasaran untuk
merancang strategi yang memanfaatkan ChatGPT dalam meningkatkan
pengalaman belanja konsumen serta mendorong adopsi teknologi AI di pasar
Indonesia. | en_US |