Alih Media Pendaftaran Hak Atas Tanah Terhadap Penerbitan Sertipikat Elektronik di Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis tentang proses alih media
pendaftaran hak atas tanah serta penerbitan dari sertipikat analog menjadi sertipikat
elektronik di Kabupaten Klaten serta keamanan data dalam penerapan sertipikat
elektronik di Kabupaten Klaten berdasarkan Permen ATR/KBPN No. 3 Tahun
2023. Rumusan masalah yang diajukan. Pertama, Bagaimana Proses Alih Media
Pendaftaran Hak Atas Tanah serta Penerbitan sertipikat dari konvensional menjadi
elektronik di Kabupaten Klaten. Kedua, Bagaimana Keamanan Data dalam
Penerapan Sertipikat Tanah Elektronik Di Kabupaten Klaten berdasarkan Permen
ATR/KBPN No. 3 Tahun 2023. Penelitian ini termasuk penelitian yuridis empiris.
Data penelitian berupa data primer yang didapat dengan cara wawancara,
sedangkan data sekunder dikumpulkan dari hasil studi pustaka. Metode pendekatan
masalah dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep,
dan pendekatan kasus, untuk metode analisis data dilakukan dengan metode
deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu Pertama, bahwa penerapan sertipikat
elektronik di Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten sejak 2022 berjalan baik untuk
berbagai jenis peralihan hak. Peralihan hak melalui hibah wasiat belum pernah
terjadi dan belum pernah tersedia fitur khusus dalam sistem PPAT, sehingga
prosedurnya belum dipahami. Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten
merekomendasikan pengajuan hibah wasiat dilakukan melalui menu “hibah”
dengan melampirkan dokumen pendukung seperti akta kematian dan dokumen
pendukung lainnya. Kedua, proses alih media berjalan aman, meskipun masih
terdapat kendala teknis seperti masalah unggah dokumen dan ketidakmunculan data
bidang tanah pada portal Intan. Data disimpan terpusat di Pusdatin Kementerian
ATR/BPN dengan pengamanan secara audit rutin SPBE. Terdapat potensi risiko
termasuk lemahnya kontrol akses, kemungkinan manipulasi data bila audit trail
berjalan tidak optimal, dan gangguan lain akibat kesalahan sistem. Temuan ini
menegaskan perlunya peningkatan keandalan sistem dan pengawasan
berkelanjutan.
Collections
- Master of Public Notary [112]
