Strategi Rebranding Bloomery Patisserie dalam Meningkatkan Brand Awareness di Yogyakarta
Abstract
Persaingan industri kuliner di Yogyakarta yang semakin ketat mendorong pelaku usaha
untuk berinovasi dalam membangun identitas merek agar mampu bertahan di tengah
perubahan perilaku konsumen. Bloomery Patisserie, sebagai salah satu pelaku industri
dessert premium, melakukan strategi rebranding pada tahun 2024 untuk memperkuat citra
merek dan meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) di kalangan konsumen muda.
Rebranding dilakukan karena citra merek lama dinilai belum merepresentasikan karakter
Bloomery sebagai modern dessert brand yang berorientasi pada pengalaman emosional
pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi rebranding Bloomery
Patisserie dalam meningkatkan brand awareness di Yogyakarta, serta mengidentifikasi
faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelaksanaannya. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pemilik,
manajer, serta enam konsumen dari berbagai outlet di Yogyakarta dan sekitarnya. Keabsahan
data diperkuat menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan informasi dari pihak
internal dan eksternal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi rebranding
Bloomery Patisserie berhasil meningkatkan brand awareness konsumen melalui pembaruan
identitas visual (logo, warna, dan kemasan), konsistensi komunikasi digital, serta
penggunaan narasi emosional dengan tagline “Agent of Joy.” Rebranding ini memperkuat
brand recognition dan brand recall, sehingga Bloomery menjadi salah satu merek top of
mind di kategori dessert lokal. Faktor pendukung rebranding meliputi kekuatan desain
visual, keselarasan komunikasi antar platform digital, serta pemahaman terhadap tren
konsumen Gen Z yang mengutamakan nilai estetik dan emosional. Sementara itu, faktor
penghambatnya mencakup keterbatasan anggaran promosi, perbedaan ide antar tim kreatif,
serta resistensi sebagian pelanggan lama terhadap tampilan baru. Secara teoretis, hasil
penelitian ini memperkuat konsep Customer-Based Brand Equity (Kotler & Keller, 2016)
yang menekankan pentingnya konsistensi pengalaman merek dalam membangun kesadaran
dan loyalitas konsumen. Rebranding yang dilakukan Bloomery Patisserie terbukti tidak
hanya memperbarui identitas visual, tetapi juga membangun hubungan emosional yang lebih
kuat antara merek dan konsumen, sehingga mampu meningkatkan daya saing di industri
kuliner kreatif Yogyakarta.
Collections
- Communication [1422]
