Show simple item record

dc.contributor.authorSumawati, Annisa Ramadhina
dc.date.accessioned2026-04-17T02:18:02Z
dc.date.available2026-04-17T02:18:02Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61680
dc.description.abstractIndustri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di Indonesia berkembang pesat dengan nilai mencapai 45 triliun rupiah pada tahun 2023. Namun di tengah pertumbuhan yang pesat ini, muncul tantangan operasional akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah, yang berdampak signifikan pada hotel-hotel penyedia layanan MICE, termasuk The Royale Krakatau Hotel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hotel menerapkan strategi komunikasi pemasaran untuk mempertahankan posisinya di tengah persaingan ketat industri perhotelan MICE khususnya di Kota Cilegon. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pihak The Royale Krakatau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa The Royale Krakatau telah menerapkan strategi STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) dan strategi bauran pemasaran 7P untuk memastikan strategi pemasaran yang dilakukan berjalan secara efektif dan holistik. Untuk strategi STP, The Royale Krakatau mengimplementasikan strategi segmentasi pada Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Jakarta. Kemudian, strategi targeting menggunakan concentrated marketing yang target utamanya perusahaan, pemerintahan, korporat, dan asosiasi. Dan strategi positioning sebagai leading hotel yang memiliki convention hall terbesar di kota Cilegon. Untuk strategi bauran pemasaran 7P yang diterapkan oleh The Royale Krakatau yakni, strategi product yang digunakan adalah convention hall dengan konsep “tanpa pilar”, dilengkapi ruang meeting beragam, serta layanan catering. Untuk strategi price, hotel menerapkan secara fleksibel dengan kebijakan negosiasi dan diskon. Strategi place memanfaatkan keunggulan lokasi strategis di jantung kota dan konsep “one-stop destination”. Strategi people, hotel telah melibatkan koordinasi tim antar departemen dalam pelayanan MICE dan menekankan pentingnya aspek service people dan customer. Strategi process sudah terstruktur dan profesional. Strategi physical evidence berupa daya tarik visual offline dan online. Terakhir strategi promotion, hotel menggunakan strategi advertising melalui media cetak, media sosial, radio, dan luar ruang. Strategi personal selling melalui sales visit dan sales call. Strategi sales promotion berupa diskon dan program frekuensi. Strategi public relation dan publisitas dengan press release, event khusus, dan CSR. Terakhir strategi direct marketing menggunakan telemarketing. Dari tujuh elemen bauran pemasaran, The Royale Krakatau fokus pada tiga komponen utama, yaitu product, place, dan people. Ketiga strategi ini menjadi pilar utama yang paling ditonjolkan karena dianggap sebagai keunggulan kompetitif yang paling berpengaruh terhadap daya saing di industri MICE.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStrategi Komunikasi Pemasaranen_US
dc.subjectSTPen_US
dc.subjectBauran Pemasaran 7Pen_US
dc.subjecthotel MICEen_US
dc.titleImplementasi Bauran Komunikasi Pemasaran Pada Produk MICE di The Royale Krakatau Hotelen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321009


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record