Implementasi Bauran Komunikasi Pemasaran Pada Produk MICE di The Royale Krakatau Hotel
Abstract
Industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di Indonesia
berkembang pesat dengan nilai mencapai 45 triliun rupiah pada tahun 2023. Namun di
tengah pertumbuhan yang pesat ini, muncul tantangan operasional akibat kebijakan
efisiensi dari pemerintah, yang berdampak signifikan pada hotel-hotel penyedia layanan
MICE, termasuk The Royale Krakatau Hotel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bagaimana hotel menerapkan strategi komunikasi pemasaran untuk mempertahankan
posisinya di tengah persaingan ketat industri perhotelan MICE khususnya di Kota Cilegon.
Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data
dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pihak The Royale
Krakatau.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa The Royale Krakatau telah menerapkan
strategi STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) dan strategi bauran pemasaran 7P
untuk memastikan strategi pemasaran yang dilakukan berjalan secara efektif dan holistik.
Untuk strategi STP, The Royale Krakatau mengimplementasikan strategi segmentasi pada
Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Jakarta. Kemudian, strategi targeting
menggunakan concentrated marketing yang target utamanya perusahaan, pemerintahan,
korporat, dan asosiasi. Dan strategi positioning sebagai leading hotel yang memiliki
convention hall terbesar di kota Cilegon.
Untuk strategi bauran pemasaran 7P yang diterapkan oleh The Royale Krakatau
yakni, strategi product yang digunakan adalah convention hall dengan konsep “tanpa
pilar”, dilengkapi ruang meeting beragam, serta layanan catering. Untuk strategi price,
hotel menerapkan secara fleksibel dengan kebijakan negosiasi dan diskon. Strategi place
memanfaatkan keunggulan lokasi strategis di jantung kota dan konsep “one-stop
destination”. Strategi people, hotel telah melibatkan koordinasi tim antar departemen
dalam pelayanan MICE dan menekankan pentingnya aspek service people dan customer.
Strategi process sudah terstruktur dan profesional. Strategi physical evidence berupa daya
tarik visual offline dan online. Terakhir strategi promotion, hotel menggunakan strategi
advertising melalui media cetak, media sosial, radio, dan luar ruang. Strategi personal
selling melalui sales visit dan sales call. Strategi sales promotion berupa diskon dan
program frekuensi. Strategi public relation dan publisitas dengan press release, event
khusus, dan CSR. Terakhir strategi direct marketing menggunakan telemarketing. Dari
tujuh elemen bauran pemasaran, The Royale Krakatau fokus pada tiga komponen utama,
yaitu product, place, dan people. Ketiga strategi ini menjadi pilar utama yang paling
ditonjolkan karena dianggap sebagai keunggulan kompetitif yang paling berpengaruh
terhadap daya saing di industri MICE.
Collections
- Communication [1408]
