| dc.description.abstract | Penelitian ini menganalisis pembingkaian isu lingkungan khususnya reklamasi
Teluk Benoa Bali dalam film dokumenter Watchdoc Image ‗Kala Benoa‘. Isu reklamasi di
Teluk Benoa menuai pro dan kontra dari berbagai pihak dan memunculkan agenda gerakan
penolakan dari masyarakat yang masif. Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana
masalah lingkungan dibingkai dalam film dari film Kala Benoa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis framing.
Analisis framing yang digunakan secara khusus menggunakan konsep pembingkaian
Entman. Konsep Entman merujuk kepada empat elemen, yaitu proses pendefinisian realita,
penjelasan sebab permasalahan, penilaian dan evaluasi terhadap masalah serta perumusan
solusi atas permasalahan.
Kesimpulan dari studi ini adalah: Pertama, film Kala Benoa membingkai isu
reklamasi Teluk Benoa dengan memunculkan banyak fakta mengenai dampak negatif
reklamasi Teluk Benoa. Kedua, film Kala Benoa mendefinisikan masalah reklamasi Teluk
Benoa sebagai masalah ekologi, ekonomi, serta hubungannya dengan masyarakat yang
lebih luas. Melihat reklamasi dalam dua sisi, yakni positif dan negatif. Watchdoc melihat
penyebab reklamasi Teluk Benoa dalam dua garis besar. 1) Timbulnya wacana reklamasi
Teluk Benoa disebabkan oleh alam, yakni abrasi yang makin parah dan rusaknya
mangrove oleh sampah. 2) Timbulnya polemik rencana reklamasi disebabkan munculnya
izin prinsip yang dikeluarkan Gubernur Bali kepada PT Tirta Wahana Bali Internasional
(TWBI). Ketiga, peningkatan sekaligus kritik pola penanganan political will pemerintah
daerah dalam mengomunikasikan kelestarian lingkungan hidup melalui strategi
komunikasi yang dapat membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat/ industri
terhadap lingkungan hidup. | en_US |