| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait bisnis proses
procurement pada departement Supply Management PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
sebagai salah satu fungsi strategis yang mendukung efektivitas rantai pasok dan keberlanjutan
operasional perusahaan. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman terhadap alur bisnis
proses procurement secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan kebutuhan, proses
pemesanan, penerimaan barang, hingga evaluasi kinerja supplier, serta identifikasi berbagai
permasalahan dan peluang perbaikan melalui pendekatan Root Cause Analysis (RCA).
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui
observasi langsung selama kegiatan magang, wawancara mendalam dengan pihak internal
departement Supply Management, serta analisis dokumen pendukung seperti laporan evaluasi
supplier dan hasil monitoring pengadaan. Analisis ini dilakukan dengan cara pemetaan alur
proses bisnis, penilaian efektivitas sistem, dan evaluasi kinerja supplier menggunakan model
pembobotan indikator utama yaitu delivery time, on-time supply, overdue, discrepancy, quality
yang kemudian diolah menjadi skor akhir (final score) untuk menentukan kategori supplier
serta kebijakan tindak lanjutnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses procurement
tersebut telah didukung oleh sistem ERP terintegrasi (SAP), namun ditemukan beberapa
kendala, antara lain proses approval manual yang memperlambat siklus pembelian,
keterlambatan pengiriman dari supplier tertentu, serta sistem monitoring stok Gudang yang
belum sepenuhnya otomatis, sehingga menghambat visibilitas real-time terhadap ketersediaan
material. Evaluasi terhadap dua supplier utama, yaitu PT Paradhiya Ista dan PT Wahana,
menunjukkan perbedaan kinerja signifikan dalam aspek ketepatan waktu dan konsistensi
pengiriman. PT Paradhiya Ista memperoleh nilai kinerja lebih tinggi dengan tingkat ketepatan
pengiriman 95%, sedangkan PT Wahana masih menghadapi kendala pada aspek discrepancy
dan overdue delivery. Melalui analisis akar masalah menggunakan metode RCA (Root Cause
Analysis) dan diagram fishbone, ditemukan bahwa penyebab utama ketidakefisienan proses
pengadaan meliputi kurangnya integrasi sistem antar bagian, lemahnya komunikasi antara tim
operasional dan supplier, serta kurangnya evaluasi periodik berbasis data performa supplier.
Studi ini memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efisiensi ,efektivitas dan
keandalan dalam bisnis proses procurement pada departement Supply Management. | en_US |