Show simple item record

dc.contributor.authorMaharani, Jihan Fadila
dc.date.accessioned2026-03-06T06:21:59Z
dc.date.available2026-03-06T06:21:59Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61042
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait bisnis proses procurement pada departement Supply Management PT Pamapersada Nusantara (PAMA) sebagai salah satu fungsi strategis yang mendukung efektivitas rantai pasok dan keberlanjutan operasional perusahaan. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman terhadap alur bisnis proses procurement secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan kebutuhan, proses pemesanan, penerimaan barang, hingga evaluasi kinerja supplier, serta identifikasi berbagai permasalahan dan peluang perbaikan melalui pendekatan Root Cause Analysis (RCA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung selama kegiatan magang, wawancara mendalam dengan pihak internal departement Supply Management, serta analisis dokumen pendukung seperti laporan evaluasi supplier dan hasil monitoring pengadaan. Analisis ini dilakukan dengan cara pemetaan alur proses bisnis, penilaian efektivitas sistem, dan evaluasi kinerja supplier menggunakan model pembobotan indikator utama yaitu delivery time, on-time supply, overdue, discrepancy, quality yang kemudian diolah menjadi skor akhir (final score) untuk menentukan kategori supplier serta kebijakan tindak lanjutnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses procurement tersebut telah didukung oleh sistem ERP terintegrasi (SAP), namun ditemukan beberapa kendala, antara lain proses approval manual yang memperlambat siklus pembelian, keterlambatan pengiriman dari supplier tertentu, serta sistem monitoring stok Gudang yang belum sepenuhnya otomatis, sehingga menghambat visibilitas real-time terhadap ketersediaan material. Evaluasi terhadap dua supplier utama, yaitu PT Paradhiya Ista dan PT Wahana, menunjukkan perbedaan kinerja signifikan dalam aspek ketepatan waktu dan konsistensi pengiriman. PT Paradhiya Ista memperoleh nilai kinerja lebih tinggi dengan tingkat ketepatan pengiriman 95%, sedangkan PT Wahana masih menghadapi kendala pada aspek discrepancy dan overdue delivery. Melalui analisis akar masalah menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis) dan diagram fishbone, ditemukan bahwa penyebab utama ketidakefisienan proses pengadaan meliputi kurangnya integrasi sistem antar bagian, lemahnya komunikasi antara tim operasional dan supplier, serta kurangnya evaluasi periodik berbasis data performa supplier. Studi ini memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efisiensi ,efektivitas dan keandalan dalam bisnis proses procurement pada departement Supply Management.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectProcurementen_US
dc.subjectEvaluasi Kinerja Supplieren_US
dc.subjectBusiness Process Analysisen_US
dc.subjectRoot Cause Analysisen_US
dc.subjectSupply Chain Managementen_US
dc.titleAnalisis Bisnis Proses Procurement Pada Departement Supply Management PT. Pamapersada Nusantaraen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21311185


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record