Show simple item record

dc.contributor.authorAggasi, Fachri Ramadhana
dc.date.accessioned2026-02-14T03:39:20Z
dc.date.available2026-02-14T03:39:20Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60682
dc.description.abstractFilm sebagai medium komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang representasi yang memuat pesan sosial dan budaya melalui penggunaan gaya bahasa visual seperti metafora dan hiperbola. Salah satu film pendek Indonesia berjudul Setan Siang Bolong (2013) karya Ismail Basbeth dan Fajar Martha Santosa menghadirkan narasi yang sarat dengan gaya ekspresif dan satir mengenai kehidupan sosial, godaan, serta absurditas dalam keseharian. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami bagaimana film tersebut menggunakan elemen metafora dan hiperbola sebagai bentuk kritik sosial dan refleksi budaya. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana metafora dan hiperbola digunakan dalam Setan Siang Bolong untuk menyampaikan pesan-pesan sosial kepada penonton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam terhadap film, analisis setiap adegan, serta wawancara dengan penulis naskah (Jeihan Angga) dan editor film (Eden). Data dianalisis dengan mengidentifikasi serta menafsirkan elemen-elemen metafora dan hiperbola yang muncul dalam adegan-adegan film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setan Siang Bolong mengonstruksi metafora dan hiperbola melalui objek-objek visual yang berlebihan, karakter yang absurd, serta situasi yang memiliki lapisan makna simbolik. Metafora digunakan untuk merepresentasikan ketidakdewasaan sosial, godaan, dan kritik terhadap sistem pendidikan, sedangkan hiperbola menonjolkan nilai budaya, relasi gender, serta absurditas realitas sosial. Film ini secara satir menyingkap mitos tentang kedewasaan, pendidikan, dan moralitas yang kerap dianggap normatif di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa film Setan Siang Bolong berhasil memanfaatkan metafora dan hiperbola sebagai medium kritik sosial yang mengajak penonton merefleksikan kembali nilai-nilai budaya serta realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi kajian ilmu komunikasi, khususnya dalam analisis film melalui pendekatan gaya bahasa visual, serta memperkaya pemahaman masyarakat terhadap pesan-pesan sosial dalam karya sinema.en_US
dc.subjectMetafora, Hiperbola, Film, Kritik Sosialen_US
dc.titleMetafora dan Simbolisasi pada Film “Setansiangbolong”en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321120


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record