• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Metafora dan Simbolisasi pada Film “Setansiangbolong”

    Thumbnail
    View/Open
    21321120.pdf (1.640Mb)
    Date
    2025
    Author
    Aggasi, Fachri Ramadhana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Film sebagai medium komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang representasi yang memuat pesan sosial dan budaya melalui penggunaan gaya bahasa visual seperti metafora dan hiperbola. Salah satu film pendek Indonesia berjudul Setan Siang Bolong (2013) karya Ismail Basbeth dan Fajar Martha Santosa menghadirkan narasi yang sarat dengan gaya ekspresif dan satir mengenai kehidupan sosial, godaan, serta absurditas dalam keseharian. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami bagaimana film tersebut menggunakan elemen metafora dan hiperbola sebagai bentuk kritik sosial dan refleksi budaya. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana metafora dan hiperbola digunakan dalam Setan Siang Bolong untuk menyampaikan pesan-pesan sosial kepada penonton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam terhadap film, analisis setiap adegan, serta wawancara dengan penulis naskah (Jeihan Angga) dan editor film (Eden). Data dianalisis dengan mengidentifikasi serta menafsirkan elemen-elemen metafora dan hiperbola yang muncul dalam adegan-adegan film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setan Siang Bolong mengonstruksi metafora dan hiperbola melalui objek-objek visual yang berlebihan, karakter yang absurd, serta situasi yang memiliki lapisan makna simbolik. Metafora digunakan untuk merepresentasikan ketidakdewasaan sosial, godaan, dan kritik terhadap sistem pendidikan, sedangkan hiperbola menonjolkan nilai budaya, relasi gender, serta absurditas realitas sosial. Film ini secara satir menyingkap mitos tentang kedewasaan, pendidikan, dan moralitas yang kerap dianggap normatif di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa film Setan Siang Bolong berhasil memanfaatkan metafora dan hiperbola sebagai medium kritik sosial yang mengajak penonton merefleksikan kembali nilai-nilai budaya serta realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi kajian ilmu komunikasi, khususnya dalam analisis film melalui pendekatan gaya bahasa visual, serta memperkaya pemahaman masyarakat terhadap pesan-pesan sosial dalam karya sinema.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60682
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV