| dc.description.abstract | Industri jasa keuangan, khususnya sektor perbankan, mengalami pertumbuhan yang
pesat seiring dengan meningkatnya tuntutan konsumen, tekanan persaingan, dan
kemajuan teknologi. Inovasi yang dihasilkan dari dinamika ini berperan penting
dalam menciptakan layanan yang lebih mudah digunakan serta memberikan
manfaat nyata bagi pengguna. Kedua persepsi tersebut menjadi kunci dalam
mendorong adopsi layanan perbankan digital secara lebih luas dan berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perceived ease of use,
perceived usefulness, attitude, dan intention to use terhadap mobile banking usage.
TAM digunakan dalam penelitian ini sebagai teori utama. Metode pada penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang
menghasilkan 250 sampel. Data penelitian dianalisis menggunakan Partial Least
Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak
SmartPLS 4. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perceived ease of use
penggunaan berpengaruh signifikan terhadap perceived usefulness, dan keduanya
memberikan kontribusi positif terhadap attitude. Selanjutnya, perceived usefulness
terbukti meningkatkan intention to use, yang pada akhirnya mendorong mobile
banking usage dalam penggunaan layanan mobile banking. Studi ini berkontribusi
pada literatur pemasaran mengenai adopsi layanan digital oleh pengguna,
khususnya dalam konteks penggunaan mobile banking. Secara praktis, studi ini
menekankan pentingnya inovasi fitur, peningkatan kualitas layanan, dan
optimalisasi pengalaman pengguna guna meningkatkan kepuasan, keterlibatan,
serta loyalitas nasabah di tengah persaingan pasar layanan perbankan digital yang
semakin kompetitif. Secara praktis, penelitian ini menekankan pentingnya
pengembangan fitur yang mudah digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi
pengguna, guna mendorong adopsi serta membangun loyalitas nasabah di tengah
persaingan layanan perbankan digital yang semakin kompetitif. | en_US |