| dc.contributor.author | Adnan, Kuntonugroho | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-06T01:29:23Z | |
| dc.date.available | 2026-02-06T01:29:23Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | dspace.uii.ac.id/123456789/60333 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah bagaimana pembatalan
putusan homologasi debitor pailit koperasi ditinjau dari SEMA No. 1 Tahun 2022
dan bagaimana upaya penyelesaian kasus Putusan Nomor 238/Pdt.Sus-
PKPU/2020/PN Niaga Jkt Pst bagi para kreditor pasca adanya SEMA No. 1 Tahun
2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan
pendekatan konseptual. Hasil dari penelitian ini adalah UU K-PKPU dapat
memberikan perlindungan yang seimbang kepada semua pihak. Namun pasca
adanya SEMA No. 1 Tahun 2022 menjadi membatasi legal standing dalam
mengajukan pembatalan homologasi terhadap debitor koperasi, mengingat SEMA
Nomor 1 Tahun 2022 memiliki kedudukan yang cukup penting dikarenakan dapat
mempengaruhi proses upaya hukum kepailitan terhadap koperasi dan pihak-pihak
yang terlibat dalam proses tersebut seperti halnya para kreditor. Oleh karenanya,
kedepannya seharusnya ada Peraturan Perundang-Undangan yang menjelaskan
secara jelas kedudukan dan fungsi SEMA dan perlunya ada ketentuan dan kepastian
hukum terkait penyelesaian permasalahan kepailitan maupun PKPU terhadap
koperasi di Indonesia. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Koperasi | en_US |
| dc.subject | Homologasi | en_US |
| dc.subject | Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dan Kepailitan | en_US |
| dc.title | Analisis Putusan Homologasi Nomor 238/PDT.SUS/PKPU/2020/PN.NIAGA.JKT.PST dengan adanya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 1 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2022 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 22912061 | |