• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Culture Shock Mahasiswa Beda Etnis Luar Kota Yang Kuliah di Yogyakarta (Studi Kasus Mahasiswa Yogyakarta)

    Thumbnail
    View/Open
    21321002.pdf (3.801Mb)
    Date
    2025
    Author
    Saputra, Muhammad Zidan Ardea
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Yogyakarta sebagai kota pelajar menjadi tujuan utama mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang etnis yang beragam. Keberagaman tersebut membawa dinamika sosial dan budaya yang unik, namun juga dapat menimbulkan gejala culture shock atau gegar budaya pada mahasiswa perantau yang belum terbiasa dengan nilai, norma, dan kebiasaan masyarakat Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk culture shock serta strategi adaptasi yang digunakan mahasiswa beda etnis luar kota selama proses penyesuaian diri di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berasal dari berbagai latar belakang daerah dan etnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa culture shock dialami mahasiswa dalam bentuk perbedaan bahasa, norma sosial, gaya komunikasi, kebiasaan sehari-hari, dan cita rasa makanan. Masa krisis atau struggling period umumnya berlangsung selama dua hingga empat bulan pertama, di mana mahasiswa mengalami kebingungan budaya dan tekanan emosional. Namun, seiring waktu, mereka mulai membangun strategi adaptasi seperti penggunaan mix language (campuran Bahasa Indonesia dan Jawa), keterlibatan dalam kegiatan kampus, serta dukungan sosial dari teman sebaya dan masyarakat sekitar. Penelitian ini juga menemukan bahwa salah satu narasumber, AL (nama disamarkan) (asal Balikpapan, etnis Banjar), dinilai pasif dan tidak menunjukkan partisipasi aktif dalam proses wawancara sehingga tidak dimasukkan dalam analisis akhir. Secara keseluruhan, hasil penelitian memperlihatkan bahwa proses adaptasi mahasiswa perantau berlangsung sesuai model U-Curve Lysgaard, yaitu melalui empat tahapan: honeymoon, crisis, recovery, dan adjustment. Pengalaman menghadapi perbedaan budaya tidak hanya membentuk ketahanan sosial, tetapi juga meningkatkan empati, toleransi, dan kemampuan komunikasi lintas budaya mahasiswa.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60163
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV