Show simple item record

dc.contributor.authorDina, Adelia Mumsika
dc.date.accessioned2026-02-03T04:38:55Z
dc.date.available2026-02-03T04:38:55Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/60151
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana performativitas gender ditampilkan dalam film Monster (2023) karya Hirokazu Kore-eda. Film ini menarik untuk diteliti karena secara halus mengungkapkan konflik sosial dan identitas melalui perspektif anak-anak, yang sekaligus membuka ruang refleksi terhadap konstruksi gender dalam masyarakat modern Jepang. Teori performativitas Judith Butler digunakan sebagai landasan konseptual dalam penelitian ini, dengan asumsi bahwa gender bukanlah identitas yang bersifat alamiah, melainkan hasil dari praktik berulang yang dikonstruksikan melalui bahasa dan tindakan sosial. Untuk menganalisis representasi tersebut, penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang menelaah makna pada tiga tingkatan: teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya. Objek analisis difokuskan pada sejumlah adegan kunci yang menampilkan ekspresi gender para tokoh, khususnya Yori dan Minato, sebagai representasi anak-anak yang berada dalam tekanan norma sosial dan ekspektasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Monster menampilkan pertarungan wacana antara norma gender hegemonik dengan ekspresi gender alternatif yang menolak kategorisasi biner laki-laki dan perempuan. Gender dalam film ini dipahami sebagai hasil konstruksi yang terus dinegosiasikan melalui bahasa, interaksi sosial, dan representasi budaya yang penuh dengan relasi kuasa. Selain itu, film ini juga membuka ruang resistensi melalui karakter anak-anak yang berani mengekspresikan identitas mereka secara jujur dan bebas, di luar batas-batas sosial yang kaku. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Monster (2023) menghadirkan representasi performativitas gender yang kompleks: di satu sisi mencerminkan tekanan masyarakat patriarkal terhadap ekspresi yang berbeda, namun di sisi lain memperlihatkan kemungkinan pemaknaan ulang identitas gender yang lebih cair, lentur, dan beragam.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerformativitas Genderen_US
dc.subjectFilm Monster (2023)en_US
dc.subjectAnalisis Wacana Kritisen_US
dc.subjectJudith Butleren_US
dc.subjectNorman Faircloughen_US
dc.titleAnalisis Wacana Performativitas Gender Dalam Film Monster (2023) Karya Hirokazu Koreedaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321305


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record