• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Wacana Performativitas Gender Dalam Film Monster (2023) Karya Hirokazu Koreeda

    Thumbnail
    View/Open
    21321305.pdf (1.415Mb)
    Date
    2025
    Author
    Dina, Adelia Mumsika
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana performativitas gender ditampilkan dalam film Monster (2023) karya Hirokazu Kore-eda. Film ini menarik untuk diteliti karena secara halus mengungkapkan konflik sosial dan identitas melalui perspektif anak-anak, yang sekaligus membuka ruang refleksi terhadap konstruksi gender dalam masyarakat modern Jepang. Teori performativitas Judith Butler digunakan sebagai landasan konseptual dalam penelitian ini, dengan asumsi bahwa gender bukanlah identitas yang bersifat alamiah, melainkan hasil dari praktik berulang yang dikonstruksikan melalui bahasa dan tindakan sosial. Untuk menganalisis representasi tersebut, penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang menelaah makna pada tiga tingkatan: teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya. Objek analisis difokuskan pada sejumlah adegan kunci yang menampilkan ekspresi gender para tokoh, khususnya Yori dan Minato, sebagai representasi anak-anak yang berada dalam tekanan norma sosial dan ekspektasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Monster menampilkan pertarungan wacana antara norma gender hegemonik dengan ekspresi gender alternatif yang menolak kategorisasi biner laki-laki dan perempuan. Gender dalam film ini dipahami sebagai hasil konstruksi yang terus dinegosiasikan melalui bahasa, interaksi sosial, dan representasi budaya yang penuh dengan relasi kuasa. Selain itu, film ini juga membuka ruang resistensi melalui karakter anak-anak yang berani mengekspresikan identitas mereka secara jujur dan bebas, di luar batas-batas sosial yang kaku. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Monster (2023) menghadirkan representasi performativitas gender yang kompleks: di satu sisi mencerminkan tekanan masyarakat patriarkal terhadap ekspresi yang berbeda, namun di sisi lain memperlihatkan kemungkinan pemaknaan ulang identitas gender yang lebih cair, lentur, dan beragam.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60151
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV