Analisis Self Disclosure Mahasiswa Tentang Kehidupan Perkuliahan di X
Abstract
Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga
menjadi ruang ekspresi diri, termasuk dalam membagikan pengalaman perkuliahan.
Mahasiswa kerap menjadikan X sebagai media untuk menyampaikan keluhan,
keresahan, maupun gambaran atas dinamika kehidupan perkuliahan yang dijalani.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk self disclosure mahasiswa
mengenai kehidupan perkuliahan di X. Pendekatan yang digunakan adalah
kualitatif, dengan metode studi kasus, dengan teknik wawancara mendalam
terhadap lima mahasiswa aktif pengguna X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengungkapan diri mahasiswa paling banyak muncul dalam open area, dan hidden
area berdasarkan teori Johari Window. Topik yang sering diungkap mencakup
beban akademik, kelelahan, interaksi sosial di lingkungan perkuliahan, tugas akhir
skripsi, dinamika komunikasi antara mahasiswa, dan dosen, hingga persoalan
pribadi seperti konflik keluarga. Unggahan yang dibuat tidak hanya bersifat
spontan, tetapi juga menunjukan kedalaman emosi, terutama saat mahasiswa
menghadapi tekanan, atau situasi tertentu, sehingga mereka terdorong
mengungkapan cerita secara detail. Self disclosure mahasiswa juga terlihat dari lima
aspek, amount, terlihat dari kuantitas cuitan berbentuk thread yang cukup panjang,
valence, yang didomnikasi oleh muatan emosi negatif seperti stres, dan keluhan,
accuracy, terlihat dari kejujuran informan dalam menceritakan pengalaman yang
benar dialami, intimacy, yang terlihat ketika mereka mengungkapkan topik-topik
sensitif seperti konflik keluarga, skripsi, dan hubungan dengan dosen. Tujuan
tersebut dilakukan untuk meluapkan perasaan, dan mencari pelampiasan saat
sedang tertekan.
Collections
- Communication [1409]
