Show simple item record

dc.contributor.authorKuncahya, Aldi Shahab Eka Putra
dc.date.accessioned2026-01-29T03:12:17Z
dc.date.available2026-01-29T03:12:17Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59884
dc.description.abstractPerusahaan di dunia industri pangan yang makin pesat dan kompetitif baik dari segi kualitas produk maupun sampai pemasaran membuat perusahaan tersebut berfokus pada keputusan pembelian konsumen menggunakan perceived quality dan daya tarik iklan. Salah satu industri pangan yang populer adalah kecap manis dan juga memiliki peminat yang cukup tinggi. Peningkatan konsumsi kecap manis di ikuti dengan peningkatan jumlah produsen kecap manis di Indonesia. Pada Penelitian ini, peneliti mengambil sampel di Kota Bontang karena merupakan Kota Industri. Kemudian peningkatan konsumsi mingguan kecap di Kota Bontang meningkat mencapai 0,162 pada tahun 2020, atau 16,2%, dengan jumlah penduduk lebih dari 172.917.000/ribu jiwa. Dan meningkat pada tahun 2021 mencapai 0,175 atau 17,5%. Dengan jumlah penduduk 185.928.000/ribu jiwa. Kecap Sedaap merupakan kecap manis yang terbuat dari biji kacang kedelai pilihan dan bahan-bahan alami yang bermutu tinggi tentunya sudah tersertifikasi halal aman untuk dikonsumsi. Di sisi lain, untuk memperkenalkan atau mengingatkan konsumen tentang suatu produk, perusahaan perlu melakukan promosi termasuk iklan. Kecap Sedaap sering melakukan iklan di media sosial maupun televisi. Ini menunjukkan minat konsumen untuk keputusan pembeliannya. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menjelaskan pengaruh perceived quality dan daya tarik iklan produk terhadap keputusan pembelian kecap sedaap. Penelitian ini termasuk dalam kategori kuantitatif eksplanasi dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, di mana responden merupakan pengguna kecap sedaap di kota bontang. Analisis data dalam penelitian ini mencakup uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji korelasi, uji t, serta uji F untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara perceived quality terhadap keputusan pembelian dengan koefisien determinasi sebesar 10,5% dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Selain itu, daya tarik iklan juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien determinasi sebesar 14,7%. Secara bersama- sama, perceived quality dan daya tarik iklan berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi sebesar 20,1%. Dengan demikian, semakin baik penerapan perceived quuality dan daya tarik iklan dalam produk kecap sedaap, semakin tinggi pula tingkat keputusan pembelian.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerceived Qualityen_US
dc.subjectDaya Tarik Iklanen_US
dc.subjectKeputusan Pembelianen_US
dc.subjectKecap Sedaapen_US
dc.subjectBontangen_US
dc.titlePengaruh Perceived Quality dan Daya Tarik Iklan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kecap Sedaap Pada Konsumen di Kota Bontangen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321080


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record