| dc.description.abstract | Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia dengan
kekayaan sejarah, budaya, dan alam yang memikat wisatawan domestik maupun
mancanegara. Salah satu daya tarik wisata edukasi di Yogyakarta adalah Diorama Arsip
Jogja, yang menghadirkan koleksi arsip sejarah secara sistematis dan kronologis. Sebagai
destinasi wisata berbasis sejarah, Diorama Arsip Jogja menawarkan pengalaman interaktif
melalui teknologi modern untuk meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap sejarah
dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang
diterapkan Diorama Arsip Jogja dalam meningkatkan daya tarik wisata dan apresiasi
terhadap sejarah lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diorama Arsip Jogja
menggunakan strategi pemasaran berbasis media sosial, advertising, word of mouth, direct
selling, dan sales promotion guna meningkatkan kesadaran serta jumlah pengunjung. Selain
itu, konsep 7P diterapkan dalam operasionalnya, yang mencakup aspek produk berbasis
teknologi interaktif, harga yang terjangkau, lokasi strategis, promosi multi-kanal, tenaga
profesional, layanan efisien, dan fasilitas pendukung edukasi sejarah. Namun, Diorama
Arsip Jogja menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran pemasaran dan sumber daya
manusia, yang menghambat optimalisasi strategi promosi. Untuk mengatasinya, Diorama
perlu memperkuat kolaborasi dengan influencer, komunitas, serta mitra institusional guna
meningkatkan eksposur dan dukungan finansial. Dengan strategi yang adaptif dan efisien,
Diorama Arsip Jogja dapat terus berkembang sebagai destinasi edukatif yang inovatif dan
berkelanjutan. | en_US |