Pengalaman Komunikasi Verbal dan Nonverbal Perempuan Muda di Yogyakarta Terkait Fenomena Beauty Privilege
Abstract
Beauty privilege merupakan fenomena pemberian hak istimewa kepada seseorang
berdasarkan penampilan fisik. Fenomena ini memberikan banyak dampak positif dan negatif
kepada perempuan yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk
dan peran perilaku komunikasi verbal dan nonverbal yang dialami perempuan muda di
Yogyakarta terkait konteks beauty privilege. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif
dengan pendekatan fenomenologi Husserl. Subjek penelitian ini adalah fenomena beauty
privilege di Yogyakarta, dan yang menjadi objeknya adalah perempuan usia 20 tahunan yang
memiliki pengalaman beauty privilege di Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan wawancara
mendalam, dan dianalisis menggunakan tahapan metode fenomenologi. Tahapan analisis
data fenomenologi meliputi tahap awal, cluster of meaning, horizonalization, dan deskripsi
esensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 bentuk perlakuan yang dialami yaitu
perlakuan positif dan negatif secara verbal dan nonverbal. Peneliti telah mengklasifikasikan
beberapa perlakuan verbal positif yaitu pujian berlebih, panggilan spesial, dan pengakuan
sosial, sedangkan perlakuan verbal negatifnya yaitu komentar merendahkan dan hinaan fisik.
Kemudian untuk klasifikasi perlakuan nonverbal positifnya yaitu pemberian fasilitas dan
kenyamanan, pemberian bantuan, dan diutamakan di lingkungan sosialnya, sedangkan
perlakuan nonverbal negatifnya yaitu mendapatkan penolakan dalam interaksi sosial, dan
tidak dihargai/pengabaian. Peneliti juga menemukan keunikan atau temuan baru di mana
terdapat ketidakmutlakan beauty privilege, yang menunjukkan bahwa beauty privilege tidak
bersifat mutlak dan tidak universal, tetapi tergantung konteks, situasi, bersifat relatif dan
tidak statis. Artinya perempuan yang memenuhi standar kecantikan tidak selalu mendapat
perlakuan positif, begitupun sebaliknya, perempuan yang belum memenuhi standar
kecantikan tidak selalu mendapat perlakuan negatif.
Collections
- Communication [1409]
