• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengalaman Komunikasi Verbal dan Nonverbal Perempuan Muda di Yogyakarta Terkait Fenomena Beauty Privilege

    Thumbnail
    View/Open
    21321056.pdf (2.573Mb)
    Date
    2025
    Author
    Qonita, Nadia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Beauty privilege merupakan fenomena pemberian hak istimewa kepada seseorang berdasarkan penampilan fisik. Fenomena ini memberikan banyak dampak positif dan negatif kepada perempuan yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan peran perilaku komunikasi verbal dan nonverbal yang dialami perempuan muda di Yogyakarta terkait konteks beauty privilege. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Husserl. Subjek penelitian ini adalah fenomena beauty privilege di Yogyakarta, dan yang menjadi objeknya adalah perempuan usia 20 tahunan yang memiliki pengalaman beauty privilege di Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, dan dianalisis menggunakan tahapan metode fenomenologi. Tahapan analisis data fenomenologi meliputi tahap awal, cluster of meaning, horizonalization, dan deskripsi esensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 bentuk perlakuan yang dialami yaitu perlakuan positif dan negatif secara verbal dan nonverbal. Peneliti telah mengklasifikasikan beberapa perlakuan verbal positif yaitu pujian berlebih, panggilan spesial, dan pengakuan sosial, sedangkan perlakuan verbal negatifnya yaitu komentar merendahkan dan hinaan fisik. Kemudian untuk klasifikasi perlakuan nonverbal positifnya yaitu pemberian fasilitas dan kenyamanan, pemberian bantuan, dan diutamakan di lingkungan sosialnya, sedangkan perlakuan nonverbal negatifnya yaitu mendapatkan penolakan dalam interaksi sosial, dan tidak dihargai/pengabaian. Peneliti juga menemukan keunikan atau temuan baru di mana terdapat ketidakmutlakan beauty privilege, yang menunjukkan bahwa beauty privilege tidak bersifat mutlak dan tidak universal, tetapi tergantung konteks, situasi, bersifat relatif dan tidak statis. Artinya perempuan yang memenuhi standar kecantikan tidak selalu mendapat perlakuan positif, begitupun sebaliknya, perempuan yang belum memenuhi standar kecantikan tidak selalu mendapat perlakuan negatif.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59233
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects
    My Account
    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV