Show simple item record

dc.contributor.authorAryani, Rafidah
dc.date.accessioned2025-12-16T03:46:46Z
dc.date.available2025-12-16T03:46:46Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59107
dc.description.abstractIndustri kosmetik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan jumlah perusahaan meningkat 21,9% dari 913 pada 2022 menjadi 1.010 pada 2023 (BPOM). Persaingan ketat antar brand lokal mendorong perusahaan kecantikan untuk menerapkan strategi inovatif agar tetap unggul di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth, label Cruelty Free, dan Influencer Marketing terhadap keputusan pembelian produk Luxcrime di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden dan dianalisis menggunakan SPSS. Uji hipotesis dilakukan menggunakan regresi linier, uji t (parsial), uji f (simultan), dan koefisien determinasi. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa Electronic Word of Mouth, label Cruelty Free, dan Influencer Marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk luxcrime di Yogyakarta baik secara stimulan maupun parsial. Variabel E-WOM memiliki pengaruh kepada keputusan pembelian sebesar 11,2%. Variabel Labelisasi Cruelty Free memiliki pengaruh keputusan pembelian sebesar 21,4%. Pengaruh Influencer Marketing terhadap keputusan pembelian sebesar 34,5% dan pengaruh ketiganya secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian sebesar 46,0%. Temuan ini menyarankan Luxcrime untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectElectronic Word of Mouth (e-WOM)en_US
dc.subjectLabelisasi Cruelty Freeen_US
dc.subjectInfluencer Marketingen_US
dc.subjectKeputusan Pembelianen_US
dc.titlePengaruh Electronic Word Of Mouth, Labelisasi Cruelty Free, Influencer Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Produk Luxcrime di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321186


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record