Pengaruh Electronic Word Of Mouth, Labelisasi Cruelty Free, Influencer Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Produk Luxcrime di Yogyakarta
Abstract
Industri kosmetik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan
jumlah perusahaan meningkat 21,9% dari 913 pada 2022 menjadi 1.010 pada 2023
(BPOM). Persaingan ketat antar brand lokal mendorong perusahaan kecantikan
untuk menerapkan strategi inovatif agar tetap unggul di pasar. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth, label Cruelty
Free, dan Influencer Marketing terhadap keputusan pembelian produk Luxcrime di
Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden dan
dianalisis menggunakan SPSS. Uji hipotesis dilakukan menggunakan regresi linier,
uji t (parsial), uji f (simultan), dan koefisien determinasi. Hasil dari penelitian
didapatkan bahwa Electronic Word of Mouth, label Cruelty Free, dan Influencer
Marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk luxcrime di
Yogyakarta baik secara stimulan maupun parsial. Variabel E-WOM memiliki
pengaruh kepada keputusan pembelian sebesar 11,2%. Variabel Labelisasi Cruelty
Free memiliki pengaruh keputusan pembelian sebesar 21,4%. Pengaruh Influencer
Marketing terhadap keputusan pembelian sebesar 34,5% dan pengaruh ketiganya
secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian sebesar 46,0%. Temuan ini
menyarankan Luxcrime untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya
saing.
Collections
- Communication [1409]
