• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Strategi Komunikasi Pemasaran Politik Pada Calon Legislatif PDI-perjuangan dan PKB di Kabupaten Magelang pada Pemilu 2024

    Thumbnail
    View/Open
    21321027.pdf (1.569Mb)
    Date
    2025
    Author
    Amien, Reza Zuhdan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pemilu merupakan arena di mana pemasaran politik berperan krusial dalam menentukan keberhasilan kandidat atau partai. Komunikasi pemasaran politik mencakup aktivitas strategis untuk meningkatkan wawasan, sikap, dan perilaku pemilih secara efektif. Di Kabupaten Magelang, PDI-P dan PKB konsisten menempati peringkat teratas dalam pemilu daerah. Penelitian ini membandingkan strategi pemasaran politik kedua partai berdasarkan teori Vankov (2013), yang membagi strategi pemasaran politik ke dalam tiga kategori: Selling Oriented Political Marketing, Instrumentally Political Marketing, dan Relational Political Marketing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara terhadap calon legislatif, tim sukses, dan pemilih untuk memahami pendekatan kampanye masing-masing partai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKB cenderung menerapkan strategi Instrumentally Political Marketing dengan kampanye yang menargetkan komunitas berbasis agama, khususnya Nahdlatul Ulama (NU). Sebaliknya, PDI-P lebih banyak menerapkan Relational Political Marketing dengan membangun komunikasi inklusif untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat. Meski keduanya menggunakan komunikasi politik yang dialogis dan interaktif, PKB mengandalkan jaringan tradisional, sedangkan PDI-P lebih fleksibel menyesuaikan strategi dengan dinamika politik. Secara keseluruhan, strategi pemasaran politik PKB dan PDI-P mencerminkan perbedaan ideologi dan basis pemilih. PKB, yang berakar pada komunitas NU, fokus pada pertukaran jangka pendek sesuai dengan pendekatan Instrumentally Political Marketing. PDI- P, dengan ideologi nasionalis, mengutamakan hubungan jangka panjang melalui Relational Political Marketing, memungkinkan interaksi luas dan komunikasi dua arah yang lebih efektif. Meskipun strategi utama berbeda, kedua partai memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun loyalitas pemilih dan memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui komunikasi politik strategis yang berbasis pada kebutuhan pemilih.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58338
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV