Show simple item record

dc.contributor.authorGusrandi
dc.date.accessioned2025-10-08T06:46:33Z
dc.date.available2025-10-08T06:46:33Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58117
dc.description.abstractBudaya sudah melekat erat dalam kehidupan manusia dan menjadi jati diri sebuah bangsa. Budaya telah hidup dari zaman ke zaman melalui proses pewarisan. Eksistensi budaya sangat tergantung pada cara suatu generasi mewarisinya sesuai zamannya. Salah satu bentuk pewarisan budaya adalah pengenalan dan pelestarian. Di era modern, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengenalkan dan mewariskan kebudayaan daerah, salah satunya melalui sosial media. Sifatnya yang flexible, cepat, accesible, dan mudah menjadi dasar kuat akan keefektifannya. Video Wonderland Indonesia 2: The Sacred Nusantara menjadi salah satu contoh bentuk pelestarian budaya di era modern. Video tersebut berisi tentang ragam budaya dan gambaran alam Indonesia. Dengan mengombinasikan aspek visual, audio, dan efek-efek videografis membuat video tersebut mampu menjangkau banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi informan terkait video tersebut. Peneliti menggali mulai dari tema video, simbol budaya, aspek-aspek kebudayaan, konflik dan penyelesaiannya, sampai ke makna pesan yang terdapat dalam video tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Terdapat 10 informan yang diwawancarai dalam penelitian ini. Informan tersebut merupakan orang-orang yang tergolong ke generasi milenial dan generasi Z, dimana rentang tahun kelahirannya mulai 1990 hingga 2003. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori persepsi dengan siklus persepsinya. Siklus persepsi terdiri atas proses seleksi, organisasi, dan interpretasi. Adapun proses penelitiannya adalah peneliti meminta informan untuk menonton video Wonderland Indonesia 2: The Sacred Nusantara dan kemudian peneliti mewawancarai setiap informan dengan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Persepsi setiap informan sangat dipengaruhi oleh level atensi yang mereka berikan dalam menonton video, sehingga respon yang diberikan juga berbeda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan persepsi terkait dengan poin-poin yang ditanyakan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan stimulus yang diseleksi, proses organisasi, stereotyping dan faktor pengetahuan awal yang mempengaruhi interpretasi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBudayaen_US
dc.subjectWonderland Indonesiaen_US
dc.subjectPersepsien_US
dc.titlePersepsi Generasi Milenial dan Generasi Z terhadap Video Wonderland Indonesia 2: The Sacred Nusantaraen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18321063


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record