Show simple item record

dc.contributor.authorSabilla, Rahmi
dc.date.accessioned2025-09-02T07:01:49Z
dc.date.available2025-09-02T07:01:49Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57623
dc.description.abstractKesehatan mental adalah keadaan seseorang yang terbebas dari gejala-gejala gangguan mental. Seseorang yang mempunyai mental yang sehat, ia akan menjalani kehidupannya dengan normal, terutama ketika sedang menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah dalam kehidupannya, yang mana individu tersebut mampu mengolah stress nya. Pada penelitian ini penulis memakai tipe penelitian pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan metode wawancara. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling (sampling bertujuan). Purposive sampling adalah teknik yang melibatkan pemilihan informan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, yang relevan dengan tujuan penelitian penulis. Dalam teknik ini, penulis secara sadar memilih informan yang dapat memberikan wawasan dan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil wawancara kepada 10 mahasiswa Ilmu Komunikasi Univeristas Islam Indonesia yang pernah menyaksikan film Penyalin Cahaya. Metode analisis yang digunakan adalah interpretatif yang mana dengan melakukan ini data yang didapat seperti makna yang lebih luas dan dalam dari penemuan saat ini. Setelah dilakukannya wawancara, menunjukkan jika dari menonton film Penyalin Cahaya mereka mendapatkan informasi terkait dengan film tersebut. Informasi ini diartikan sebagai pesan moral yang disampaikan oleh film tersebut, dengan adanya film tersebut maka penonton bisa ikut mengetahui bahkan merasakan hal yang baik yang dapat diambil dari film tersebut. Kemudian, hasil penelitian dari wawancara adalah isu kesehatan mental yang terdapat dalam film Penyalin Cahaya disebabkan oleh dua konteks, yaitu konteks keluarga dan konteks sosial. Setiap persepsi yang disampaikan oleh informan memiliki faktor- faktor yang mempengaruhi, yaitu (1) Faktor Pengalaman Pribadi, (2) Faktor Internal Psikologis, (3) Faktor Eksternal Intensitas dan Keluarga.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPersepsien_US
dc.subjectIsu Kesehatan Mentalen_US
dc.subjectFilmen_US
dc.titlePersepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII terhadap Isu Kesehatan Mental dalam Film Penyalin Cahayaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18321060


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record