Representasi Paradoks Ruang Pendidikan dalam Film Drama Psikologis Analisis Semiotika tentang Imaji Situasi Perguruan Tinggi dalam Film Penyalin Cahaya (2021)
Abstract
Pelecehan seksual dan hegemoni budaya patriarki di lingkungan kampus menjadi isu
terkait paradoks masyarakat yang direpresentasikan melalui film Penyalin Cahaya (2021).
Film merupakan salah satu media massa yang dapat merepresentasikan makna, nilai-nilai, dan
pesan moral bagi audiensnya dan masyarakat. Representasi kasus pelecehan yang dialami
perempuan di Industri media, termasuk dunia perfilman menjadi kajian yang menarik dengan
menyadari betapa dianggap tabu dan sepelenya kasus pelecehan seksual di Indonesia.
Bertujuan untuk mengungkap mitos dan makna yang terhadirkan dalam film Penyalin Cahaya
(2021) dengan menggunakan metode analisis kualitatif, deskriptif-interpretatif, dan analisis
semiotika Roland Barthes peneliti menemukan makna konotasi, denotasi, dan mitos yang di
analisis berdasarkan sudut pandang peneliti dalam melihat film yang menjadi objek penelitian.
Film juga menjadi sarana untuk merepresentasikan realitas dalam kehidupan yang terbebas
dari permasalahan yang ideologis dan juga berguna dalam melestarikan budaya suatu bangsa.
Hasil analisis film Penyalin Cahaya (2021) mengandung makna yang
direpresentasikan dengan menunjukkan adanya relasi kekuasaan dan hegemoni budaya
patriarki di lingkungan instisusi pendidikan perguruan tinggi di Indonesia. Mitos pelecehan
seksual hal yang tabu di masyarakat dan disepelekan di kampus juga menjadi makna yang
hadir dan disinggung dalam film Penyalin Cahaya (2021). Berdasarkan hasil analisis dari ke
enam scene yang dianggap memiliki makna konotasi, denotasi, dan mitos dalam film Penyalin
Cahaya (2021), peneliti meyakini bahwa film ini bertujuan untuk menyampaikan pesan dan
dorongan secara tidak langsung kepada para korban dalam menyuarakan keadilan tanpa
merasa ketakutan akan akibat yang terjadi setelahnya.
Collections
- Communication [1409]
