• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Representasi Paradoks Ruang Pendidikan dalam Film Drama Psikologis Analisis Semiotika tentang Imaji Situasi Perguruan Tinggi dalam Film Penyalin Cahaya (2021)

    Thumbnail
    View/Open
    19321131.pdf (1.774Mb)
    Date
    2023
    Author
    Hikmah, Nurul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pelecehan seksual dan hegemoni budaya patriarki di lingkungan kampus menjadi isu terkait paradoks masyarakat yang direpresentasikan melalui film Penyalin Cahaya (2021). Film merupakan salah satu media massa yang dapat merepresentasikan makna, nilai-nilai, dan pesan moral bagi audiensnya dan masyarakat. Representasi kasus pelecehan yang dialami perempuan di Industri media, termasuk dunia perfilman menjadi kajian yang menarik dengan menyadari betapa dianggap tabu dan sepelenya kasus pelecehan seksual di Indonesia. Bertujuan untuk mengungkap mitos dan makna yang terhadirkan dalam film Penyalin Cahaya (2021) dengan menggunakan metode analisis kualitatif, deskriptif-interpretatif, dan analisis semiotika Roland Barthes peneliti menemukan makna konotasi, denotasi, dan mitos yang di analisis berdasarkan sudut pandang peneliti dalam melihat film yang menjadi objek penelitian. Film juga menjadi sarana untuk merepresentasikan realitas dalam kehidupan yang terbebas dari permasalahan yang ideologis dan juga berguna dalam melestarikan budaya suatu bangsa. Hasil analisis film Penyalin Cahaya (2021) mengandung makna yang direpresentasikan dengan menunjukkan adanya relasi kekuasaan dan hegemoni budaya patriarki di lingkungan instisusi pendidikan perguruan tinggi di Indonesia. Mitos pelecehan seksual hal yang tabu di masyarakat dan disepelekan di kampus juga menjadi makna yang hadir dan disinggung dalam film Penyalin Cahaya (2021). Berdasarkan hasil analisis dari ke enam scene yang dianggap memiliki makna konotasi, denotasi, dan mitos dalam film Penyalin Cahaya (2021), peneliti meyakini bahwa film ini bertujuan untuk menyampaikan pesan dan dorongan secara tidak langsung kepada para korban dalam menyuarakan keadilan tanpa merasa ketakutan akan akibat yang terjadi setelahnya.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57584
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV