| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan model pengelolaan
pondok pesantren, yaitu model inklusif dan eksklusif, terhadap kesejahteraan santri dan
masyarakat sekitar. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana kebijakan akses
konsumsi dan interaksi ekonomi di masing-masing model pesantren memengaruhi
dinamika ekonomi lokal. Studi kasus dilakukan pada Pondok Pesantren Nurul Ummah
Puteri di Kotagede sebagai model inklusif dan Pondok Pesantren Al Imdad Puteri di
Bantul sebagai model eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan berdasarkan teori pasar persaingan sempurna dan monopoli. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pesantren dengan model inklusif memberikan ruang
interaksi yang lebih luas antara santri dan masyarakat sekitar. Hal ini menciptakan struktur
pasar yang lebih kompetitif, harga yang lebih efisien, serta membuka peluang usaha bagi
warga lokal. Dampaknya, kesejahteraan santri dan masyarakat meningkat. Sebaliknya, pada
pesantren dengan model eksklusif yang menutup akses konsumsi ke luar lingkungan
pondok, terbentuk sistem ekonomi tertutup yang menyerupai monopoli. Akibatnya,
kesejahteraan santri menurun karena keterbatasan pilihan dan harga yang relatif lebih
tinggi, sementara masyarakat sekitar kehilangan peluang ekonomi yang seharusnya bisa
tumbuh dari keberadaan pondok pesantren. | en_US |