Show simple item record

dc.contributor.authorMarazieq, Muhammad Nabiel
dc.date.accessioned2025-06-16T03:59:10Z
dc.date.available2025-06-16T03:59:10Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56402
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana framing pemberitaan isu politik dinasti di Yogyakarta dikonstruksi oleh dua media online lokal, yaitu Tribunjogja.com dan Harianjogja.com. Isu ini mencuat setelah pernyataan kontroversial dari politikus PSI, Ade Armando, yang menilai bahwa sistem pemerintahan di Yogyakarta merupakan bentuk politik dinasti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Pan dan Kosicki yang mencakup empat struktur utama: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media cenderung membingkai isu ini sebagai bentuk pembelaan terhadap keistimewaan Yogyakarta, namun dengan strategi yang berbeda. Tribunjogja.com membangun framing melalui narasi historis, landasan konstitusional, dan penggunaan kutipan tokoh-tokoh otoritatif. Sebaliknya, Harianjogja.com lebih fokus pada dinamika masyarakat dan respons lokal yang muncul dengan struktur berita yang lebih sederhana dan penggunaan narasumber yang terbatas. Perbedaan tersebut menunjukkan bagaimana masing-masing media mengonstruksi realitas sosial sesuai dengan orientasi redaksionalnya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFramingen_US
dc.subjectPolitik Dinastien_US
dc.subjectKeistimewaan Yogyakartaen_US
dc.subjectPan dan Kosickien_US
dc.subjectTribunjogja.comen_US
dc.subjectHarianjogja.comen_US
dc.titlePemberitaan Isu Politik Dinasti di Yogyakarta (Analisis Framing Model PAN dan Kosicki Pada Media Tribunjogja.com dan Harianjogja.com)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321208.


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record