Show simple item record

dc.contributor.authorIslami, Reyhan
dc.date.accessioned2025-05-14T04:57:22Z
dc.date.available2025-05-14T04:57:22Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55732
dc.description.abstractPT. Sawit Inti Raya bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit. Perusahaan ini didirikan karena potensi pasar olahan kelapa sawit yang besar dan banyaknya petani kelapa sawit di Riau. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, PT. Sawit Inti Raya menghadapi masalah yang rumit. Problemnya adalah banyaknya tandan buah segar yang rusak yang diberikan oleh petani sawit dan diterima oleh perusahaan. Sejauh mana pengendalian kualitas pada produksi PT. Sawit Inti Raya dinilai dalam penelitian ini, metode Tujuh Pengendalian Kualitas digunakan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari produk yang ditolak dari Februari, Maret, dan April 2024. Pada PT. Sawit Inti Raya, tingkat produk cacat paling tinggi disebabkan oleh kondisi lingkungan, tandan buah yang terlalu matang dan rusak, dan hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan yang paling penting harus dilakukan. Pertama, para petani harus dilatih tentang teknik panen TBS yang benar, menggunakan alat pemantau, melakukan inspeksi dan penggunaan pestisida secara teratur, dan memantau dan menyesuaikan metode panen.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBahan Mentahen_US
dc.subjectKelapa Sawiten_US
dc.subjectMinyak Kelapa Sawiten_US
dc.subjectTandan Buah Segaren_US
dc.subjectKualitas Tandan Buah Segaren_US
dc.subjectPengendalian Kualitasen_US
dc.titleAnalisis Kualitas Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Yang diterima dengan Metode Seven Tools Dan FMEA (Studi Kasus Pada PT Sawit Inti Raya)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21311298


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record