Show simple item record

dc.contributor.authorMubarak, Muhammad Rajib
dc.date.accessioned2025-04-29T02:48:55Z
dc.date.available2025-04-29T02:48:55Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55414
dc.description.abstractLembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), termasuk Baitul Maal wa Tamwil (BMT) menghadapi tantangan utama dalam meningkatkan daya saing dan inovasi mereka karena transformasi digital. Studi kasus berganda ini mengkaji tiga BMT yang ada di Yogyakarta tentang bagaimana mereka memanfaatkan kemampuan dinamis mereka (sensing, seizing, dan transforming) untuk menghadapi digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital sensing memungkinkan BMT mengidentifikasi peluang teknologi melalui komunitas, seminar, dan penelitian pasar. Strategi bertahap untuk mengadopsi layanan keuangan berbasis teknologi menggunakan digital seizing. Digital transforming adalah proses mengatur organisasi dengan tujuan meningkatkan kematangan digital. Namun, hambatan utama termasuk kurangnya literasi digital, ketakutan terhadap perubahan, dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menekankan bahwa adopsi teknologi dan budaya inovasi, strategi kolaborasi, dan kesiapan sumber daya manusia adalah faktor penting untuk keberhasilan transformasi digital di BMT. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah betapa pentingnya kebijakan adaptif dan dukungan ekosistem digital untuk mempercepat inovasi di sektor keuangan mikro syariah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTransformasi Digitalen_US
dc.subjectKemampuan Dinamisen_US
dc.subjectInovasien_US
dc.subjectBMTen_US
dc.subjectKeuangan Mikro Syariahen_US
dc.titleImplementasi Kemampuan Dinamis untuk menghadapi Transformasi Digital dan meningkatkan Inovasi di Lembaga Keuangan Mikro Syariahen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22911053


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record