Implementasi Kemampuan Dinamis untuk menghadapi Transformasi Digital dan meningkatkan Inovasi di Lembaga Keuangan Mikro Syariah
Abstract
Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), termasuk Baitul Maal wa Tamwil (BMT)
menghadapi tantangan utama dalam meningkatkan daya saing dan inovasi mereka karena
transformasi digital. Studi kasus berganda ini mengkaji tiga BMT yang ada di Yogyakarta tentang
bagaimana mereka memanfaatkan kemampuan dinamis mereka (sensing, seizing, dan
transforming) untuk menghadapi digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital sensing
memungkinkan BMT mengidentifikasi peluang teknologi melalui komunitas, seminar, dan
penelitian pasar. Strategi bertahap untuk mengadopsi layanan keuangan berbasis teknologi
menggunakan digital seizing. Digital transforming adalah proses mengatur organisasi dengan
tujuan meningkatkan kematangan digital. Namun, hambatan utama termasuk kurangnya literasi
digital, ketakutan terhadap perubahan, dan keterbatasan sumber daya.
Penelitian ini menekankan bahwa adopsi teknologi dan budaya inovasi, strategi kolaborasi, dan
kesiapan sumber daya manusia adalah faktor penting untuk keberhasilan transformasi digital di
BMT. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah betapa pentingnya kebijakan adaptif dan
dukungan ekosistem digital untuk mempercepat inovasi di sektor keuangan mikro syariah.
Collections
- Master of Management [542]
