Show simple item record

dc.contributor.authorSoraya, Ayu Azra
dc.date.accessioned2025-04-24T06:23:50Z
dc.date.available2025-04-24T06:23:50Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55376
dc.description.abstractPada sebuah pusat perbelanjaan, pramuniaga adalah seorang pekerja yang menjalankan tugasnya untuk melayani konsumen. Keidealan figur seorang pramuniaga dilihat dari adanya jiwa dan kemampuan yang cekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media seperti apa dan bagaimana yang diterapkan di sebuah pusat perbelanjaan sebagai alat untuk mengkomunikasikan wacana praktik pendisiplinan yang bisa membentuk keidealan figur seorang pramuniaga. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut adalah jenis penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan analisis wacana Foucault, sehingga proses pengumpulan data yang dilakukan dengan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam bersama pramuniaga. Penelitian ini menggunakan konsep teori Michel Foucault yaitu Discipline and Punish tahun 1977. Hasil penelitian studi ini, mampu memperlihatkan dan menunjukkan bahwa tubuh pramuniaga itulah yang dijadikan sebagai alat atau media komunikasi rezim kuasa oleh perusahaan atau pemilik modal melalui wacana praktik pendisiplinan. Empat metode disiplin yaitu seni penyebaran, kontrol aktivitas, strategi untuk menambah kegunaan waktu, dan kekuatan tersusun serta tiga sarana pendisiplinan yaitu pengawasan hierarki, normalisasi, dan sistem ujian inilah bentuk wacana praktik pendisiplinan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTubuh sebagai Media Komunikasien_US
dc.subjectDisiplin Tubuhen_US
dc.subjectRelasi Kuasaen_US
dc.subjectMekanisme Kontrolen_US
dc.subjectSubjektivitasen_US
dc.titleTubuh Pramuniaga Sebagai Media di Pusat Perbelanjaanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321007


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record